Rintihan Suara Hati Orang Tua Noni di DPRD Sikka, Desak Keadilan atas Kasus Pembunuhan Siswi SMP

Orang Tua Noni

Maumere, Satuju.com – Suasana haru dan penuh emosi mewarnai Gedung DPRD Sikka saat ratusan warga dari 10 suku di Romanduru, Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, mendatangi lokasi tersebut untuk mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP). Kehadiran mereka merupakan bentuk solidaritas sekaligus dorongan agar penanganan kasus pembunuhan Stevania Kristiani Noni (14), siswi SMP di Kabupaten Sikka, dapat berjalan transparan dan berkeadilan.

Warga yang datang bersama keluarga korban serta PMKRI Cabang Maumere itu memenuhi ruang rapat dengan membawa harapan besar agar aparat penegak hukum memberikan hukuman setimpal kepada pelaku. Mereka juga ingin memastikan bahwa proses hukum tidak berjalan lambat ataupun menyisakan keraguan di tengah masyarakat.

Dalam forum tersebut, kedua orang tua korban turut hadir dan menyampaikan langsung kesedihan mendalam yang mereka rasakan. Tangis sang ibu pecah saat mengungkapkan rintihan hati atas kehilangan anaknya yang masih duduk di bangku sekolah. Ia mempertanyakan perkembangan penanganan kasus serta berharap keadilan benar-benar ditegakkan.

“Kami hanya ingin keadilan untuk anak kami. Hukum pelaku seberat-beratnya,” ucapnya dengan suara bergetar di hadapan anggota dewan dan peserta rapat.

Keluarga besar korban juga menyuarakan hal serupa. Mereka menilai kasus ini harus menjadi perhatian serius, tidak hanya bagi aparat penegak hukum, tetapi juga pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Perwakilan warga menyampaikan bahwa kehadiran ratusan orang dari berbagai suku merupakan simbol persatuan dalam menuntut keadilan. Mereka menegaskan akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas.

Sementara itu, anggota DPRD Sikka yang memimpin jalannya RDP berjanji akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat dan mendorong pihak terkait untuk mempercepat serta memperjelas proses hukum kasus tersebut.

RDP ini menjadi momentum penting bagi keluarga korban dan masyarakat untuk menyampaikan langsung aspirasi mereka. Di tengah duka yang mendalam, harapan akan keadilan terus digaungkan, seiring tuntutan agar pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.