Jeblok! Rupiah Nyaris Sentuh Rp18.000 per Dolar, HSBC dan DBS Sudah Jual di Atas Rp17.900
Ilustrasi Rupiah-Dolar. (poto/net)
Jakarta, Satuju.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami tekanan signifikan. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sempat melemah hingga menyentuh level Rp17.905 per dolar AS pada pukul 10.58 WIB sebelum menguat tipis ke posisi Rp17.879 pada pukul 11.47 WIB.
Dalam satu bulan terakhir, rupiah tercatat melemah 3,84 persen terhadap dolar AS. Sementara sejak awal tahun 2026, pelemahan mata uang Garuda sudah mencapai 7,18 persen.
Melemahnya rupiah mulai tercermin pada kurs jual dolar di sejumlah perbankan. Dua bank internasional besar di Indonesia, yakni Bank HSBC Indonesia dan Bank DBS Indonesia, bahkan telah menjual dolar di atas level Rp17.900 per 26 Mei 2026.
HSBC Indonesia tercatat menjual dolar AS di level Rp17.985, sedangkan DBS Indonesia menjual dolar di kisaran Rp17.960.
Di sisi lain, sejumlah bank besar nasional masih mempertahankan kurs jual dolar di level Rp17.800-an. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menetapkan kurs e-rate sebesar Rp17.880, sementara TT Counter dan bank notes berada di level Rp17.835.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjual dolar melalui TT Counter di level Rp17.890. Adapun PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menetapkan special rates untuk transaksi di atas US$25.000 sebesar Rp17.770, sedangkan TT Counter dan bank notes berada di posisi Rp17.835.
Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menetapkan special rates di level Rp17.825, dengan TT Counter dan bank notes masing-masing sebesar Rp17.835.
Tekanan terhadap rupiah diperkirakan masih berlanjut. EBC Financial Group dalam laporannya pada pertengahan Mei menyebut rupiah berpotensi menyentuh level Rp18.000 per dolar AS pada akhir tahun apabila tren penguatan dolar terus berlangsung.
Prospek kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat, The Fed, untuk menekan inflasi akibat memanasnya konflik Iran-AS juga dinilai menjadi faktor yang memperkuat dolar terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah.
