Warga Agrowisata Tolak Transdepo Sampah, Siapkan Petisi dan Ancam Aksi Massa
Kelurahan Agrowisata.(poto/ist)
PEKANBARU, Satuju.com - Penolakan transdepo sampah Agrowisata menguat. Warga Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai, menyatakan keberatan terhadap rencana pembangunan atau penempatan fasilitas transdepo sampah yang dinilai terlalu dekat dengan kawasan permukiman penduduk.
Masyarakat menilai lokasi yang direncanakan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan bagi warga yang tinggal di sekitar area tersebut.
Tokoh masyarakat Kelurahan Agrowisata, Sukisman, menegaskan bahwa wilayahnya selama ini dikenal sebagai kawasan yang memiliki potensi pertanian, perkebunan, peternakan, serta wisata berbasis alam. Karena itu, keberadaan fasilitas penampungan sampah dinilai tidak sejalan dengan arah pengembangan daerah.
“Kami menolak adanya transdepo sampah di wilayah permukiman yang padat penduduk. Kelurahan Agrowisata bukan kawasan penampungan sampah. Agrowisata adalah kawasan yang memiliki potensi pertanian, perkebunan, peternakan, dan wisata sebagai daya tarik masyarakat,” ujar Sukisman.
Meski menolak lokasi transdepo, warga menegaskan tetap mendukung program pengelolaan sampah yang dijalankan pemerintah. Namun, mereka meminta agar fasilitas tersebut ditempatkan jauh dari kawasan hunian masyarakat.
Menurut warga, keberadaan transdepo sampah di dekat permukiman berisiko menimbulkan bau tidak sedap, gangguan kesehatan, serta pencemaran lingkungan akibat air lindi yang dapat memengaruhi sumber air warga.
“Masyarakat berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali lokasi transdepo dan mengutamakan kesehatan serta kenyamanan warga. Kami mendukung pengelolaan sampah yang baik, tetapi jangan ditempatkan di tengah kawasan permukiman masyarakat,” tegasnya.
Sebagai bentuk penolakan, warga berencana mengumpulkan tanda tangan masyarakat yang menolak pembangunan fasilitas tersebut. Langkah itu dilakukan agar aspirasi warga dapat menjadi perhatian pemerintah sejak awal.
“Jangan sampai masyarakat harus turun ke jalan dan melakukan aksi demonstrasi terlebih dahulu baru ditindaklanjuti. Dari sekarang kami sudah menyampaikan keberatan dan akan menjalankan pengumpulan daftar tanda tangan penolakan dari warga sebagai bentuk aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah membuka ruang dialog dan melakukan kajian ulang terhadap lokasi yang direncanakan. Mereka menilai keputusan tersebut penting untuk menjaga kesehatan masyarakat, kenyamanan lingkungan, serta keberlanjutan potensi kawasan Agrowisata sebagai daerah berbasis pertanian dan wisata.
