21.801 Motor Listrik MBG Senilai Rp1 Triliun Masih Menganggur di Gudang Bogor
Foto AI hanya ilustrasi, Parkiran Rp1 Triliun.(poto/ist/Andrian Saputra)
BOGOR, Satuju.com - Sebanyak 21.801 motor listrik MBG yang disiapkan untuk mendukung distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga kini masih tersimpan di sebuah gudang di kawasan Sentul, Bogor. Nilai aset tersebut diperkirakan mencapai Rp1 triliun.
Ribuan kendaraan itu terlihat terparkir rapi dalam kondisi relatif baru. Cat bodi masih mengilap dan sebagian besar kendaraan belum menunjukkan tanda-tanda penggunaan intensif di lapangan.
Berdasarkan informasi dari salah seorang karyawan gudang, lokasi penyimpanan tersebut baru disewa sekitar dua bulan terakhir. Namun hingga saat ini belum ada aktivitas operasional yang signifikan maupun instruksi lanjutan terkait pemanfaatan kendaraan tersebut.
"Yang paling sering datang justru para wartawan, bukan armada yang bersiap beroperasi," ungkap sumber di lokasi.
Motor listrik tersebut sebelumnya diproyeksikan untuk menunjang distribusi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis. Namun hingga kini pemanfaatannya belum terlihat, sehingga memunculkan pertanyaan publik mengenai kelanjutan program dan penggunaan aset bernilai besar tersebut.
Di tengah situasi tersebut, berbagai komentar bermunculan di media sosial. Sebagian warganet menyindir gudang penyimpanan itu sebagai showroom terbesar tanpa pelanggan. Ada pula yang mempertanyakan efektivitas perencanaan pengadaan kendaraan yang hingga kini belum digunakan secara optimal.
Sorotan publik tidak terlepas dari besarnya nilai investasi yang telah dikeluarkan. Masyarakat menilai aset yang berasal dari anggaran negara semestinya dapat segera dimanfaatkan sesuai tujuan awal pengadaan.
Program ini pada mulanya dirancang untuk mendukung distribusi makanan bergizi kepada masyarakat. Namun keterlambatan implementasi serta munculnya dugaan penyimpangan dalam proses pengadaan membuat perhatian publik beralih pada aspek tata kelola dan pengawasan.
Pengamat menilai persoalan tersebut menjadi pengingat penting bahwa setiap program berskala besar membutuhkan perencanaan matang, pengawasan ketat, dan pelaksanaan yang transparan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara maksimal.
Hingga kini, publik masih menunggu kejelasan mengenai nasib puluhan ribu motor listrik tersebut, termasuk langkah pemerintah untuk memastikan aset bernilai Rp1 triliun itu dapat segera dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
