Orasi Mahasiswi Meledak di Tengah Demo: Jangan Kerahkan TNI-Polri, Dengarkan Suara Kami!
Virdian Aurellio Hartono.(poto/ist)
Jakarta, Satuju.com - Sebuah video yang diunggah akun TikTok @virdianaurellio menjadi perhatian warganet di tengah gelombang aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di Jakarta. Dalam video tersebut, seorang mahasiswi menyampaikan pesan kritis kepada pemerintah dan para pemimpin negara terkait ruang demokrasi serta penyampaian aspirasi masyarakat.
Video yang beredar luas di media sosial itu memperlihatkan mahasiswi tersebut berbicara di hadapan massa aksi. Ia menegaskan bahwa generasi muda bukanlah musuh negara dan meminta pemerintah lebih mengedepankan dialog dibanding pendekatan keamanan dalam menghadapi aspirasi publik.
"Kepada Pemerintah Republik Indonesia, kepada para pemimpin republik, kami orang muda bukan musuh bangsa ini. Jangan kerahkan tentara dan polisi untuk membatasi suara kami. Ajak kami berdialog dan penuhi tuntutan kami," ucapnya dalam video yang diunggah akun TikTok tersebut.
Pernyataan itu kemudian disambut sorakan dan dukungan dari peserta aksi yang hadir di lokasi. Dalam lanjutan orasinya, ia juga menyampaikan kritik terhadap para pejabat yang dinilainya menjadi penyebab berbagai persoalan yang tengah dihadapi masyarakat.
"Kami bukan penyebab krisis, para pejabat brengsek itu adalah penyebab kekacauan ini," tegasnya.
Cuplikan video tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan memicu beragam tanggapan dari warganet. Sebagian pengguna media sosial menyatakan dukungan terhadap keberanian mahasiswa dalam menyuarakan aspirasi, sementara sebagian lainnya mengingatkan pentingnya penyampaian kritik dilakukan secara santun dan tetap menghormati perbedaan pandangan.
Fenomena viralnya video tersebut menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap isu-isu sosial, politik, dan kebijakan publik yang menjadi sorotan dalam berbagai aksi mahasiswa belakangan ini. Media sosial pun kembali menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan pandangan serta memperluas jangkauan pesan yang mereka suarakan di lapangan.
Hingga kini, video tersebut masih ramai diperbincangkan dan terus mendapatkan respons dari masyarakat di berbagai platform digital.
