Pape Thiaw Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026, Pilih Salat Jumat di Tengah Ancaman Badai
Kepala Tim Nasional Senegal, Pape Thiaw
Jakarta, Satuju.com – Nama pelatih kepala Tim Nasional Senegal, Pape Thiaw, mendadak menjadi perbincangan luas di Amerika Serikat selama gelaran Piala Dunia 2026. Namun, sorotan yang mengarah kepadanya bukan karena strategi di lapangan atau performa timnya, melainkan karena keteguhannya menjalankan kewajiban agama di tengah situasi yang tidak biasa.
Mantan penyerang legendaris Senegal itu disebut menarik perhatian publik setelah menyampaikan sikap tegas mengenai pentingnya ibadah salat Jumat. Dalam sebuah kesempatan, Thiaw menegaskan bahwa kewajiban beribadah memiliki nilai yang tidak dapat dikompromikan, bahkan di tengah kesibukan dan tekanan turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Peristiwa tersebut terjadi saat cuaca buruk melanda sejumlah wilayah di pantai timur Amerika Serikat pada akhir pekan lalu. Kawasan New Jersey dan sekitarnya yang menjadi lokasi menginap sejumlah tim peserta Piala Dunia, termasuk Senegal, dilaporkan menghadapi ancaman angin kencang dan potensi badai tornado.
Demi alasan keselamatan, otoritas setempat mengimbau seluruh tim dan rombongan yang berada di kawasan tersebut untuk tetap berada di dalam hotel hingga kondisi cuaca kembali aman. Imbauan itu berlaku bagi seluruh delegasi yang sedang menjalani aktivitas selama turnamen berlangsung.
Di tengah situasi tersebut, Pape Thiaw mengambil keputusan yang kemudian menjadi perhatian banyak pihak. Ia memilih tetap membawa para pemain dan staf tim yang beragama Islam untuk menunaikan salat Jumat di masjid terdekat.
Keputusan itu disebut dilakukan setelah mempertimbangkan pentingnya kewajiban ibadah bagi umat Islam. Sikap tersebut kemudian ramai diberitakan sejumlah media dan menjadi bahan diskusi di kalangan penggemar sepak bola maupun masyarakat umum.
Banyak pihak menilai tindakan Thiaw mencerminkan komitmennya terhadap nilai-nilai keagamaan yang diyakininya. Di sisi lain, keputusan tersebut juga memperlihatkan bagaimana para atlet dan pelatih tetap berupaya menjaga keseimbangan antara tuntutan profesional dan keyakinan pribadi di tengah kompetisi tingkat dunia.
Pape Thiaw sendiri dikenal sebagai salah satu sosok penting dalam sepak bola Senegal. Setelah sukses sebagai pemain, ia melanjutkan karier di dunia kepelatihan dan kini dipercaya memimpin tim nasional Senegal di ajang Piala Dunia 2026.
Kisah keteguhannya menjalankan ibadah di tengah ancaman cuaca ekstrem pun menjadi salah satu cerita yang menyita perhatian publik di luar pertandingan. Bagi banyak orang, momen tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai keyakinan tetap dapat menjadi pegangan kuat, bahkan ketika berada di tengah sorotan panggung sepak bola terbesar dunia.
