Dugaan Tembakan Saat Ponton Diduga Milik Oknum TNI Ditenggelamkan Warga di Enjel Disorot
Foto AI hanya ilustrasi, PONTON MILIK OKNUM TNI DITENGGELAMKAN WARGA. (poto/ist/Rikky F)
MENTOK, Satuju.com - Dugaan tembakan saat ponton yang disebut terkait oknum TNI ditenggelamkan warga di Perairan Enjel, Kembang Masam, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, menjadi sorotan publik. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (4/6/2026) itu memunculkan desakan agar seluruh rangkaian kejadian diusut secara transparan. BERITA TERKAIT: https://www.satuju.com/berita/15866/ponton-tambang-laut-enjel-ditenggelamkan-warga-dugaan-keterlibatan-oknum-aparat-disorot.html
Insiden bermula ketika warga mendatangi lokasi aktivitas tambang laut yang selama ini diprotes karena dinilai mengganggu wilayah tangkap nelayan. Dalam aksi tersebut, satu unit ponton yang disebut-sebut berkaitan dengan seorang oknum anggota TNI bertugas di Bangka Barat ditenggelamkan oleh massa.
Ketegangan di lokasi disebut semakin meningkat setelah sejumlah warga mengaku mendengar beberapa kali suara letusan yang diduga berasal dari senjata api.
"Kami dengar beberapa kali suara tembakan setelah ponton ditenggelamkan. Suaranya jelas terdengar dari lokasi. Warga yang ada di situ langsung kaget dan sebagian memilih menjauh," ungkap seorang warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Informasi mengenai dugaan pelepasan tembakan itu terus berkembang di tengah masyarakat. Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai sumber suara tersebut maupun pihak yang diduga melepaskan tembakan.
Beredar pula informasi bahwa senjata yang diduga digunakan bukan merupakan senjata organik dinas. Jika informasi tersebut terbukti benar, persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan konflik tambang laut, tetapi juga menyangkut aspek hukum terkait kepemilikan serta penggunaan senjata api.
Sejumlah tokoh masyarakat meminta aparat penegak hukum mengusut seluruh rangkaian peristiwa, tidak hanya fokus pada aksi penenggelaman ponton.
"Yang perlu dijawab bukan hanya soal ponton yang tenggelam. Kalau memang ada tembakan, siapa yang menembak? Senjatanya milik siapa? Apakah legal atau tidak? Itu yang harus dibuka ke publik," ujar salah seorang tokoh masyarakat di Mentok.
Kasus ini juga kembali memunculkan isu dugaan keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas pertambangan laut yang selama ini menjadi perhatian masyarakat pesisir Bangka Barat. Warga meminta adanya penjelasan resmi agar tidak memunculkan spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Selain satu unit ponton yang ditenggelamkan, warga menyebut terdapat satu ponton lain yang sempat diamankan saat kejadian berlangsung. Aksi tersebut disebut sebagai bentuk protes terhadap aktivitas tambang yang dinilai terus beroperasi meski mendapat penolakan dari nelayan dan masyarakat pesisir.
Perairan Enjel selama beberapa waktu terakhir memang kerap menjadi sorotan terkait aktivitas pertambangan laut. Warga menilai keberadaan tambang di kawasan tersebut berdampak terhadap lingkungan sekaligus mengurangi ruang tangkap nelayan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI, kepolisian maupun instansi terkait mengenai dugaan letusan senjata api, legalitas senjata yang disebut warga, serta informasi mengenai dugaan keterkaitan ponton yang ditenggelamkan dengan oknum TNI di Bangka Barat.
