Said Iqbal Sebut Janji 19 Juta Lapangan Kerja Milik Gibran, Bukan Prabowo

Foto Ai hanya ilustrasi, SAID IQBAL BERULAH LAGI.(poto/ist/Rosadi Jamani)

Satuju.com - Said Iqbal 19 juta lapangan kerja kembali menjadi sorotan setelah Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) itu menyatakan bahwa target penciptaan 19 juta lapangan kerja merupakan janji Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, bukan Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan tersebut muncul ketika isu pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menjadi perhatian di berbagai sektor industri. Said Iqbal mengatakan, "19 juta lapangan kerja itu janjinya Gibran, bukan Prabowo. Lagian tak logis."

Ucapan itu langsung memicu beragam tanggapan di ruang publik. Sejumlah pihak menilai pernyataan tersebut menimbulkan perdebatan karena saat Pemilihan Presiden 2024, Prabowo dan Gibran maju sebagai pasangan calon dengan visi dan program yang dipromosikan secara bersama.

Di sisi lain, kondisi ketenagakerjaan masih menghadapi tantangan. Industri otomotif disebut berpotensi mengurangi aktivitas produksi akibat relokasi ke Vietnam. Kondisi tersebut diperkirakan dapat berdampak pada sekitar 7.000 pekerja.

Tekanan juga dialami industri keramik dan granit yang menghadapi tingginya harga gas industri. Sektor ini diperkirakan berpotensi memengaruhi sekitar 55.000 tenaga kerja apabila kondisi tidak segera membaik.

Selain ancaman PHK, sejumlah perusahaan di Jawa Barat dan Jawa Timur dilaporkan menerapkan kebijakan penghentian kerja sementara atau suspend secara bergantian. Kebijakan tersebut dinilai tetap berdampak terhadap pendapatan pekerja meski belum berujung pada pemutusan hubungan kerja.

Pemerintah sebelumnya telah membentuk Satgas Mitigasi PHK melalui Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2026. Satgas tersebut bertugas melakukan langkah mitigasi terhadap perusahaan yang mengalami kesulitan, termasuk membuka peluang penyelamatan tenaga kerja melalui berbagai skema kebijakan.

Sementara itu, data hingga Mei 2026 menunjukkan sekitar 23.470 pekerja telah mengalami PHK. Angka tersebut menjadi perhatian di tengah harapan masyarakat terhadap realisasi penciptaan lapangan kerja yang dijanjikan pemerintah.

Pernyataan Said Iqbal mengenai kepemilikan janji 19 juta lapangan kerja pun terus menjadi bahan diskusi. Sebagian publik menilai komitmen tersebut merupakan tanggung jawab pasangan Presiden dan Wakil Presiden sebagai satu kesatuan dalam pemerintahan, sementara pihak lain memandang pernyataan tersebut sebagai penjelasan atas asal-usul program yang pernah disampaikan saat kampanye.


BERITA TERKAIT