Kericuhan Antrean RoRo Bengkalis Viral, Dishub Ungkap Penyebab Penumpang Membludak
Cuplikan video beredar di medsos.(Screenshot)
Kericuhan antrean RoRo Bengkalis viral di media sosial. Dishub menyebut lonjakan penumpang saat libur menjadi pemicu ketegangan di pelabuhan.
BENGKALIS, Satuju.com - Kericuhan antrean RoRo Bengkalis menjadi sorotan setelah video yang memperlihatkan ketegangan antara petugas Dinas Perhubungan (Dishub) dan pengguna jasa penyeberangan lintas Bengkalis–Sungai Pakning viral di media sosial, Senin (29/6/2026).
Dalam rekaman yang beredar, sejumlah pengguna jasa tampak meluapkan kekecewaan terhadap proses antrean, terutama kendaraan roda dua, yang dinilai berlangsung lambat. Situasi kemudian memanas hingga terjadi aksi saling dorong dan adu mulut dengan petugas di lokasi.
Peristiwa itu memicu beragam tanggapan di media sosial. Salah seorang warganet mengkritik sikap petugas yang dinilai tidak mencerminkan pelayanan publik.
"Petugas itu mengayomi..masa buka baju..nantang-nantang pengguna jasa roro..ih..ih..ih..sungguh memalukan."
Warganet lain menilai insiden dipicu kelelahan petugas dan ketidaksabaran penumpang.
"Mungkin petugas karena sudah lelah, dan penumpang pun mungkin tak sabaran. Inti permasalahannya saya pun tak tahu 😁. Tiba-tiba kawan sayo dah ngamok di pelabuhan 😁."
Komentar lain juga menyoroti tindakan petugas.
"Kalaulah Lelah pun, usahlah sampai buka baju.. Semangat betul Nantangnyo tu... Susah nak dapat baju Dinas tu Mbah, Janganlah Mentang-mentang."
"Pelayan yang Melayani Publik Macam tu lah, Kalau lelah, Rehat lah."
Di sisi lain, muncul unggahan yang mengklaim memiliki rekaman CCTV dari lokasi kejadian.
"Biar pula saya tayang versi CCTV yang ada di Roro ya. Siapa yang duluan mendorong petugas."
Unggahan tersebut juga menyebut berdasarkan informasi petugas di lapangan, keributan bermula saat seorang penumpang diduga mencoba menerobos antrean.
"Barusan sayo telepon kawan kito yang bertugas pada saat kejadian tersebut. Dia ingin Menerobos antrian, dan penumpang tersebut di luar antrian, dan penumpang tersebut menendang pembatas antrian, dan mendorong petugas.(dedek). Kalau kawan-kawan mau nge cek silahkan konfirmasi dengan Petugas yang ada di video tersebut."
"Petugas sempat di dorong, tapi di video tersebut tidak ada. Mungkin kawan-kawan bisa konfirmasi dengan Dishub. CCTV banyak melintang-melintang di antrian tu."
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah, membenarkan terjadi ketegangan di lokasi. Menurutnya, seorang pengantri sempat merusak fasilitas pembatas antrean meski tidak sampai mengalami kerusakan berat.
"Pengantri sempat merusak fasilitas kita, memang tidak pecah. Selama satu minggu ini petugas kita pada lembur bekerja, mungkin karena kelelahan, dan juga sama-sama emosi, pengantri pun nga sabar."
Ia menjelaskan lonjakan penumpang dipicu tingginya mobilitas masyarakat selama libur, musim durian, pelaksanaan MTQ, serta kegiatan Yong Dolah yang berlangsung bersamaan.
"Pengantri itu tidak sabar, sebenarnya dengan waktu yang sama, motor nya bisa lewat, kitakan harus menghargai yang pengatur. Memang dalam satu minggu ini, pada kondisi liburan, kondisi musim durian, dan MTQ serta kebetulan ada acara Yong Dolah itu yang mengakibatkan antrian cukup luar biasa."
Dishub, lanjut Ardiansyah, telah mengoperasikan empat kapal RoRo secara penuh dan menambah jumlah perjalanan untuk mengurai kepadatan. Namun tingginya volume kendaraan membuat antrean belum sepenuhnya teratasi.
"Kita sudah melaksanakan empat kapal RoRo dengan kondisi stanby berjalan penuh dan tadi malam menambah trip di semua kapal sudah maksimal namun belum bisa mengurai kemacetan sampai dengan hari ini. Tapi, dilapangan kita tetap berusaha untuk menyelesaikan seluruh antrian yang ada, masyarakat bisa tertib mengikuti arahan kita (Dishub), kemudian ada kesulitan lain memang kondisi untuk permintaan BBM memang agak sedikit ketat sekarang, mungkin kondisi BBM sedang sulit, dan kapal juga sulit mendapatkan BBM. Namun tetap berproses, cuma agak terlambat seperti biasanya," jelasnya.
