Keubitbit Kembali Harumkan Nama Indonesia, Tampil di Niagara Jazz Festival 2026 Kanada
Grup musik etnik kontemporer Keubitbit
Jakarta, Satuju.com - Grup musik etnik kontemporer Keubitbit kembali mengukuhkan eksistensinya di panggung musik dunia. Kelompok asal Indonesia tersebut dipastikan tampil dalam Niagara Jazz Festival 2026 yang digelar pada 4–5 Juli di Ontario, Kanada, setelah menerima undangan mandiri dari penyelenggara festival.
Pada ajang internasional itu, Keubitbit akan mempersembahkan kekayaan musik tradisi Nusantara melalui dua penampilan di panggung utama bertajuk World Music on the Beach. Kehadiran mereka menjadi bagian dari perhelatan yang mempertemukan musisi lintas negara dengan ragam warna musik dunia.
Partisipasi di Niagara Jazz Festival sekaligus menambah daftar pencapaian internasasional Keubitbit. Sejak 2023, grup yang mengusung perpaduan musik tradisional Aceh dengan jazz dan world music modern ini telah enam kali menembus festival musik dunia melalui proses kurasi dan undangan independen.
Sebelumnya, Keubitbit telah tampil di berbagai festival bergengsi, antara lain Jazz Triumph Festival, Sirius Jazz Days, Moscow Jazz Festival, serta Dr. Jazz Festival. Deretan penampilan tersebut semakin memperkuat posisi mereka sebagai salah satu representasi musik tradisi Indonesia di panggung global.
Rombongan Keubitbit bertolak dari Indonesia pada 1 Juli 2026 dan dijadwalkan kembali pada 8 Juli 2026. Selain tampil di Downtown St. Catharines dan Lakeside Park, Port Dalhousie, mereka juga membuka peluang memperluas rangkaian tur dengan menjajaki penampilan di dua festival musik lainnya di Kanada, yakni Sunfest dan Drom Taberna.
Kepercayaan yang diberikan penyelenggara tidak hanya diwujudkan melalui undangan tampil, tetapi juga dukungan penuh berupa fasilitas pertunjukan, akomodasi, hingga kompensasi profesional. Dukungan tersebut menjadi indikator bahwa musik tradisi Indonesia yang dibawakan Keubitbit dinilai memiliki kualitas artistik dan daya saing yang mampu diterima oleh pasar musik internasional.
Selama hampir 12 tahun berkarya, Keubitbit konsisten mengeksplorasi kekayaan budaya Aceh melalui pendekatan musikal yang inovatif. Di bawah kepemimpinan Safrullah atau Aloel Keubitbit, kelompok ini berhasil meraih Anugerah Musik Indonesia 2020 pada kategori Karya Produksi World Music Terbaik melalui komposisi instrumental "Saban Sabee". Mereka juga aktif menggelar lokakarya dan pertukaran budaya di berbagai negara sebagai bagian dari upaya memperkenalkan warisan musik Indonesia kepada masyarakat internasional.
Bagi Safrullah, perjalanan ke Kanada bukan sekadar memenuhi undangan festival. Lebih dari itu, keikutsertaan Keubitbit merupakan bagian dari misi budaya untuk memperkenalkan Indonesia sebagai "surga bunyi kultural" yang memiliki keragaman musik tradisi dengan kualitas yang mampu bersaing di tingkat dunia.
Melalui setiap panggung internasional yang mereka jejaki, Keubitbit berharap dapat memperluas apresiasi dunia terhadap kekayaan musik Nusantara sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat kreativitas world music di kancah global.
