BMKG: Hujan Masih Guyur Riau, Hotspot Naik Jadi 14 Titik Tersebar di Lima Daerah
Ilustrasi Hujan. (poto/net)
Pekanbaru, Satuju.com - Cuaca di Provinsi Riau pada Kamis (9/7/2026) masih didominasi hujan di sejumlah wilayah. Namun di tengah kondisi tersebut, jumlah titik panas (hotspot) justru mengalami peningkatan menjadi 14 titik yang tersebar di lima kabupaten dan kota.
Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Mari Frystine, mengatakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang disertai petir dan angin kencang telah terjadi sejak pagi di beberapa wilayah Riau.
“Berdasarkan citra radar cuaca, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang disertai petir dan angin kencang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Indragiri Hulu, dan Kabupaten Indragiri Hilir. Hujan diprakirakan masih akan bertahan hingga siang hari,” ujarnya.
Memasuki siang hingga sore hari, hujan diperkirakan meluas ke sejumlah daerah, antara lain Kabupaten Rokan Hulu, Kampar, Siak, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, serta Kota Pekanbaru.
Sementara itu, pada malam hingga dini hari, hujan masih berpotensi mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Kota Dumai, Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Indragiri Hilir, dan Indragiri Hulu.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Pada pagi hari, kondisi cuaca ekstrem berpotensi terjadi di Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir.
Sedangkan pada siang hingga sore hari, potensi cuaca ekstrem diprakirakan meluas ke Kabupaten Rokan Hulu, Kampar, Siak, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, serta Kota Pekanbaru.
BMKG mencatat suhu udara di Riau berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara antara 55 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam.
Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut umumnya berada pada kategori rendah, yakni berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi gelombang kategori sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang berpotensi terjadi di perairan Dumai-Bengkalis dan perairan Kepulauan Meranti-Pelalawan.
Di sisi lain, hasil pemantauan BMKG hingga pukul 23.00 WIB menunjukkan terdapat 293 titik panas di Pulau Sumatera. Sumatera Utara menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak yakni 107 titik, disusul Sumatera Selatan 58 titik, Aceh 33 titik, Kepulauan Bangka Belitung 30 titik, Lampung 24 titik, Sumatera Barat 14 titik, Jambi delapan titik, Bengkulu lima titik, dan Riau 14 titik.
Di Riau sendiri, hotspot terpantau tersebar di Kabupaten Rokan Hilir sebanyak tujuh titik, Kabupaten Bengkalis tiga titik, Kabupaten Rokan Hulu dua titik, Kabupaten Pelalawan satu titik, serta Kota Pekanbaru satu titik.
“Di Provinsi Riau terpantau 14 titik panas yang tersebar di lima kabupaten dan kota. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah sekitarnya,” kata Mari Frystine.
BMKG mengingatkan masyarakat agar terus memperbarui informasi cuaca, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan maupun di wilayah perairan. Selain itu, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan juga perlu ditingkatkan meskipun hujan masih turun di sejumlah wilayah Riau.
