Karhutla 7 Hektare di Rohil, Manggala Agni Kerahkan Tim Tambahan dan Water Bombing
Kebakaran Lahan Rokan Hilir.
Pekanbaru, Satuju.com – Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan RI menemukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar 7 hektare di Desa Pulau Serdang, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau.
Kepala Balai Dalkarhut Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan pihaknya telah mengerahkan satu regu Manggala Agni dari Daerah Operasi (Daops) Dumai pada Jumat (10/7/2026) untuk memperkuat upaya pemadaman di lokasi.
Tim yang tiba di lapangan pada sore hari langsung melakukan pengukuran area terbakar serta memastikan akses menuju titik kebakaran.
“Lokasi di Desa Pulau Serdang, Kecamatan Simpang Kanan, Rohil. Estimasi awal luasan sekitar 7 hektare dengan jenis tanah gambut,” kata Ferdian dalam keterangannya yang diterima di Pekanbaru, Sabtu (11/7/2026).
Menurut Ferdian, tim juga melakukan pemantauan perimeter kebakaran, mencari sumber air terdekat, serta menerbangkan pesawat nirawak atau drone untuk memperoleh gambaran kondisi lokasi secara menyeluruh.
Pada Sabtu, tim melanjutkan koordinasi lintas pihak sekaligus melakukan pemadaman di area terdampak.
Ia menjelaskan, sejak kebakaran terdeteksi pada Kamis sore (9/7), tim awal dari Daops Dumai sebenarnya telah berada di lokasi untuk melakukan pemadaman dan pengukuran. Namun, hasil evaluasi menunjukkan perlunya tambahan personel untuk mengendalikan api yang membakar lahan gambut tersebut.
“Hasil pengukuran menunjukkan kebutuhan tambahan pasukan. Tim di Daops Dumai yang sudah siaga akhirnya digerakkan juga. Tentunya ini menjadi alarm lanjutan untuk wilayah Riau,” ujarnya.
Selain pengerahan personel darat, operasi pemadaman juga mendapat dukungan dari Satuan Tugas Udara Provinsi Riau melalui helikopter water bombing yang melakukan penyiraman dari udara guna mempercepat pengendalian api.
Meski demikian, upaya pemadaman menghadapi kendala berupa minimnya akses jaringan seluler di lokasi kejadian yang menyulitkan koordinasi antarpetugas di lapangan.
Sementara itu, berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, tercatat sebanyak 24 titik panas (hotspot) tersebar di Provinsi Riau.
Kabupaten Siak dan Rokan Hilir menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, masing-masing delapan dan tujuh titik. Selain itu, titik panas juga terdeteksi di Kabupaten Rokan Hulu, Kampar, dan Pelalawan masing-masing dua titik. Sedangkan Kabupaten Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan Kota Dumai masing-masing terpantau satu titik panas.
Meningkatnya jumlah titik panas tersebut menjadi peringatan bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla di tengah kondisi cuaca yang mulai memasuki musim kemarau di sejumlah wilayah Riau.
