Iran Pajang Poster Donald Trump di Dalam Peti, Seruan Anti-AS Kembali Menguat

Iran Pajang Poster Donald Trump

Jakarta, Satuju.com - Iran kembali menunjukkan sikap keras terhadap Amerika Serikat dengan memasang poster bergambar Presiden AS Donald Trump terbaring di dalam peti mati di Lapangan Enghelab, Teheran, Rabu (15/7/2026).

Poster berukuran besar itu memuat sejumlah slogan bernada anti-Amerika, di antaranya bertuliskan "Matilah Trump!" serta "Kami akan membunuh Trump." Visual tersebut menggambarkan Trump dengan mata terpejam, mengenakan jas hitam, dan terbaring di dalam peti, sementara rambut pirangnya terlihat mencolok.

Gambar peti mati dalam poster itu disusun menggunakan pembatas area yang sebelumnya digunakan saat prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, sehingga memperkuat simbol perlawanan terhadap Amerika Serikat.

Kemunculan baliho tersebut terjadi di tengah meningkatnya sentimen publik Iran terhadap AS. Seruan anti-Amerika dan anti-Israel terus menggema sejak Washington bersama Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran.

Slogan serupa sebelumnya juga terlihat saat prosesi pemakaman Ali Khamenei. Sejumlah warga membentangkan poster bertuliskan "We will kill Trump" di sepanjang jalur yang dilalui iring-iringan jenazah pemimpin tertinggi Iran tersebut. Aksi serupa kembali muncul dalam berbagai demonstrasi yang mengecam Amerika Serikat dan Israel.

Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026. Karena situasi konflik yang masih berlangsung, prosesi pemakaman baru dapat dilaksanakan pada 4 Juli, sebelum akhirnya dimakamkan secara resmi pada 9 Juli 2026.

Di tengah rangkaian pemakaman tersebut, serangan militer terhadap Iran dilaporkan masih terus berlangsung. Padahal, kedua pihak sebelumnya sempat menyepakati gencatan senjata dan menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai penghentian pertempuran.

Dalam beberapa hari terakhir, serangan Amerika Serikat ke wilayah Iran dilaporkan kembali meningkat, termasuk dengan menyasar sejumlah infrastruktur sipil seperti jembatan kereta api. Situasi tersebut semakin memperkeruh hubungan kedua negara dan memicu gelombang protes baru di Iran.