Rudal Rusia Hujani Kyiv, Satu Tewas dan 15 Terluka dalam Serangan Besar-Besaran

Rudal Rusia Hujani Kyiv.(poto/net)

Jakarta, Satuju.com - Sedikitnya satu orang dilaporkan tewas dan 15 lainnya mengalami luka-luka setelah Rusia melancarkan serangan rudal balistik besar-besaran yang menghantam Ibu Kota Ukraina, Kyiv, beserta wilayah sekitarnya pada Minggu (19/7/2026) dini hari. Serangan yang berlangsung lebih dari satu jam itu memicu kepanikan warga dan menyebabkan kerusakan di sejumlah kawasan permukiman maupun fasilitas umum.

Media Ukraina melaporkan bahwa Kyiv menjadi sasaran puluhan rudal, termasuk 31 rudal balistik dan delapan rudal hipersonik Zircon. Rentetan ledakan mulai terdengar sekitar pukul 01.30 waktu setempat, setelah sirene serangan udara berbunyi di berbagai wilayah Ukraina bagian tengah dan timur.

Seorang warga distrik Lukianivska, Eleonora Belei (30), mengaku mengalami malam paling mencekam sepanjang hidupnya. Kawasan tempat tinggalnya yang berada di barat laut pusat Kyiv mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.

"Itu adalah malam paling menakutkan dalam hidup saya. Distrik ini memang hampir setiap bulan menjadi sasaran rudal Rusia, tetapi kali ini serangannya terjadi sangat dekat dengan rumah kami," ujarnya.

Angkatan Udara Ukraina menyatakan telah mendeteksi sejumlah rudal balistik yang mengarah ke Kyiv sejak pukul 01.24 waktu setempat, meski belum mengonfirmasi jumlah keseluruhan proyektil yang ditembakkan Rusia.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengatakan enam korban luka telah dirawat di rumah sakit, sementara sejumlah warga lainnya berhasil dievakuasi dari bangunan yang rusak. Tim penyelamat juga terus mengevakuasi korban dari beberapa lokasi yang terdampak hingga pagi hari.

Serangan tersebut memicu kebakaran di berbagai titik di ibu kota. Bangunan asrama di distrik Dniprovskyi terbakar akibat puing-puing rudal, sementara kebakaran kendaraan dan gudang juga dilaporkan terjadi di distrik Desnyanskyi. Di distrik Solomyanskyi, atap supermarket dan bangunan tempat tinggal ikut terbakar, sedangkan puing-puing rudal merusak kompleks apartemen dan memaksa petugas menyelamatkan sejumlah penghuni.

Kerusakan juga terjadi di distrik Shevchenkivskyi setelah puing-puing memicu kebakaran pada bagian gedung administrasi serta merusak lebih dari sepuluh kendaraan yang terparkir. Sementara itu, laporan kerusakan bangunan apartemen juga datang dari distrik Sviatoshynskyi.

Di wilayah Oblast Kyiv, terutama di sekitar Bucha, beberapa gudang dan fasilitas logistik dilaporkan terbakar akibat serangan. Ledakan juga menyebabkan pintu masuk Stasiun Metro Lukyanivska mengalami kerusakan sehingga operasionalnya sempat dihentikan sementara.

Serangan terbaru ini menambah panjang daftar serangan udara Rusia terhadap Kyiv dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, pada 16 Juli, serangan rudal balistik menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai enam lainnya. Pada 8 Juli, empat orang tewas akibat serangan drone dan rudal Rusia, sementara gelombang serangan pada awal Juli juga menyebabkan puluhan korban jiwa dan luka-luka.

Peningkatan intensitas serangan terjadi di tengah keterbatasan sistem pertahanan udara Ukraina, khususnya rudal Patriot yang digunakan untuk mencegat rudal balistik Rusia. Situasi tersebut membuat ibu kota Kyiv semakin rentan menghadapi serangan udara berskala besar yang terus berlangsung selama konflik antara Rusia dan Ukraina.