Pangdam VI/Mulawarman Luncurkan Lagu "Teruslah Melangkah", Ajak Masyarakat Tebar Optimisme Lewat Karya

Panglima Kodam (Pangdam) VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono

Jakarta, Satuju.com – Panglima Kodam (Pangdam) VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono menunjukkan sisi lain kepemimpinannya dengan meluncurkan lagu berjudul Teruslah Melangkah. Karya musik yang diproduseri CongQ Perwira dan dirilis oleh label musik Jwara Creative tersebut menjadi media bagi Krido Pramono untuk menyampaikan pesan optimisme, semangat berkarya, serta nilai-nilai kehidupan kepada masyarakat.

Dalam keterangannya kepada awak media, Senin (20/7/2026), Krido Pramono mengatakan musik memiliki kekuatan yang mampu menjangkau sisi emosional manusia dan menjadi sarana komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan positif.

"Lagu merupakan media yang bisa membuat kita berkomunikasi dengan banyak orang. Apalagi ketika lagu itu memberikan pesan-pesan yang menjadi kekuatan bagi seseorang dalam mengarungi kehidupannya," ujar Krido Pramono.

Menurutnya, judul Teruslah Melangkah dipilih karena mengandung filosofi bahwa setiap manusia harus terus bergerak maju tanpa terjebak pada masa lalu. Pengalaman hidup, baik suka maupun duka, seharusnya menjadi bekal untuk menghadapi masa depan dengan lebih baik.

"Hidup pasti harus terus melangkah. Apa yang ada di belakang kita jadikan sebagai kekuatan untuk melangkah ke depan," katanya.

Untuk mewujudkan gagasan tersebut menjadi sebuah karya musik, Krido Pramono mempercayakan proses produksinya kepada CongQ Perwira. Sosok yang dikenal sebagai konsultan strategic promotion di Jakarta itu memiliki rekam jejak panjang di industri musik nasional.

CongQ Perwira pernah dikenal sebagai penulis dan produser lagu Goyang Bang Jali yang dipopulerkan Denny Cagur, serta terlibat dalam berbagai proyek bersama sejumlah musisi ternama seperti Denada, Bunga Citra Lestari, Ressa Herlambang, hingga Fajar Sadboy. Pengalaman tersebut dinilai mampu menerjemahkan pesan-pesan inspiratif menjadi karya yang mudah diterima masyarakat.

Bagi Krido Pramono, makna "melangkah" bukan sekadar bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Setiap langkah harus diiringi keberanian, kreativitas, inovasi, dan semangat menghasilkan karya yang bermanfaat.

"Di dalamnya kita tidak boleh menyerah. Kita harus berani, memiliki inovasi dan kreasi. Dengan terus berkarya, saya yakin kita akan memenangkan setiap langkah," tuturnya.

Ia juga menilai keberhasilan seseorang tidak semata-mata diukur dari jabatan, pangkat, maupun usia. Menurutnya, nilai sejati kehidupan terletak pada manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain melalui karya dan pengabdian.

"Ketika kita memiliki sesuatu yang bernilai, berarti memiliki manfaat bagi orang lain. Manfaat itu akan terus hidup dan menjadi nilai yang tidak pernah putus," ujarnya.

Krido Pramono mengajak masyarakat untuk tidak menyerah menghadapi dinamika kehidupan yang semakin kompleks. Ia menilai setiap tantangan harus dijawab dengan meningkatkan kualitas diri, baik dari sisi kemampuan maupun spiritualitas.

"Hidup penuh dengan dinamika. Jangan menyerah dengan keadaan. Kita harus terus meng-upgrade hati dan pikiran agar dapat mencapai apa yang kita inginkan," tegasnya.

Filosofi tersebut, lanjutnya, lahir dari perjalanan hidup yang penuh perjuangan. Putra seorang guru sekolah dasar dan ibu rumah tangga itu mengaku tumbuh dalam keluarga sederhana. Pengalaman hidup itulah yang membentuk karakter pantang menyerah hingga akhirnya mengantarkannya menjadi perwira tinggi TNI.

Salah satu momen yang paling membekas baginya terjadi saat menghadiri kegiatan bersama masyarakat di Balikpapan. Ketika itu, seorang ibu bernama Sumarni—yang memiliki nama sama dengan ibundanya—memberikan doa yang sangat menyentuh.

"Teruslah melangkah untuk menjaga bangsa dan negara, dan janganlah berhenti untuk berbuat kebaikan," ucap ibu tersebut.

Krido Pramono mengaku kalimat itu seolah menjadi nasihat langsung dari sang ibu yang semakin menguatkan makna lagu yang diciptakannya.

Selain mengajak masyarakat untuk terus berkarya, ia juga menekankan pentingnya budaya berbagi. Menurutnya, berbagi tidak selalu berbentuk materi, tetapi juga dapat diwujudkan melalui doa, perhatian, ilmu pengetahuan, maupun dukungan kepada sesama.

"Yang semua orang bisa lakukan adalah berbagi secara imaterial. Berbagilah doa kebaikan untuk orang lain," katanya.

Tak hanya itu, kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian dari pesan yang ingin disampaikan melalui lagu tersebut. Krido Pramono mengajak masyarakat menjaga kelestarian alam dengan langkah sederhana seperti menanam pohon, melindungi satwa, dan menghindari tindakan yang merusak ekosistem.

Sebagai prajurit, ia menegaskan kesiapan untuk mengabdi di mana pun negara membutuhkan. Menurutnya, keberhasilan dalam setiap penugasan tidak hanya ditentukan oleh strategi dan kemampuan teknis, tetapi juga harus diimbangi dengan doa dan keikhlasan.

"Secara nyata kita harus menyiapkan strategi, taktik, dan teknik. Secara spiritual kita juga harus memanjatkan doa sebaik mungkin," ungkapnya.

Karier Mayjen TNI Krido Pramono sendiri mencerminkan perjalanan panjang pengabdian kepada bangsa. Lulusan Akademi Militer 1997 itu pernah menduduki berbagai jabatan strategis, di antaranya Waaspers Kasad Bidang Binpers, Danrem 052/Wijayakrama, Pa Sahli Tingkat III Bidang Hubungan Internasional Panglima TNI, Asisten Intelijen Panglima TNI, hingga dipercaya memimpin Kodam VI/Mulawarman.

Melalui lagu Teruslah Melangkah, Krido Pramono berharap pesan-pesan tentang semangat, optimisme, kepedulian, dan pengabdian dapat menjangkau masyarakat luas, terutama generasi muda, agar terus berani bermimpi, berkarya, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.

"Teruslah melangkah, jadikanlah setiap waktu bernilai ibadah dan manfaat untuk orang banyak," pesan Mayjen TNI Krido Pramono.