Rocky Gerung Nilai Kabinet Prabowo Perlu Diganti Total
Rocky Gerung. (poto/ist)
Jakarta, Satuju.com – Pengamat politik Rocky Gerung kembali melontarkan kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kali ini, Rocky menilai persoalan yang dihadapi pemerintahan tidak cukup diselesaikan melalui evaluasi kebijakan atau perbaikan internal, melainkan membutuhkan perubahan menyeluruh pada jajaran kabinet.
Pernyataan tersebut disampaikan Rocky saat menjadi narasumber dalam podcast di kanal YouTube Hendri Satrio Official yang tayang pada awal Agustus 2026. Dalam perbincangan itu, ia menyampaikan pandangannya mengenai efektivitas pemerintahan dan susunan Kabinet Merah Putih.
Menurut Rocky, pemerintahan saat ini memerlukan langkah yang lebih mendasar daripada sekadar melakukan pembenahan terhadap sejumlah kebijakan.
"Enggak, rezim Prabowo itu enggak bisa diperbaiki, diganti," ujar Rocky seperti dikutip dari podcast tersebut.
Ia kemudian menyoroti komposisi kabinet yang dinilainya terlalu besar. Menurutnya, perubahan seharusnya dilakukan terhadap keseluruhan susunan kabinet agar pemerintahan dapat bekerja lebih efektif.
"Ya kabinetnya aja dibatalin dulu yang 100 orang itu. Ya, ya digantilah 102-nya," lanjutnya.
Dalam pandangannya, efektivitas pemerintahan sangat ditentukan oleh struktur organisasi, kualitas koordinasi, serta kemampuan para pembantu presiden dalam menerjemahkan kebijakan menjadi program yang berdampak bagi masyarakat.
Pernyataan Rocky tersebut segera menjadi perbincangan di berbagai platform media sosial. Cuplikan video podcast yang memuat kritik tersebut beredar luas dan memunculkan beragam respons dari warganet.
Sebagian pengguna media sosial menyatakan dukungan terhadap pandangan Rocky. "Setuju enggak bisa diperbaiki, ganti," tulis salah seorang warganet.
Komentar serupa juga muncul dari pengguna lain yang merasa kritik tersebut mewakili aspirasi sebagian masyarakat. "Unek-unek terwakili," tulis warganet lainnya.
Di sisi lain, pernyataan Rocky juga memicu perdebatan di ruang publik. Sejumlah pihak menilai kritik merupakan bagian dari dinamika demokrasi, sementara pihak lain berpendapat bahwa evaluasi terhadap kinerja pemerintahan sebaiknya dilakukan berdasarkan capaian program dan kebijakan yang telah dijalankan.
Hingga kini, belum terdapat tanggapan resmi dari pihak pemerintah maupun jajaran Kabinet Merah Putih terkait pernyataan yang disampaikan Rocky Gerung dalam podcast tersebut.
