Warga Tiga Desa Desak Pemprov Riau Bangun Permanen Jalan Sontang–Duri, Beri Ultimatum 14 Hari
Warga Tiga Desa Desak Pemprov Riau Bangun Permanen Jalan Sontang–Duri
Rohul, Satuju.com – Ribuan warga dari tiga desa, yakni Desa Sontang, Kasang Padang, dan Bonai yang berbatasan dengan Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, menggelar aksi damai di ruas Jalan Sontang–Duri yang mengalami kerusakan parah, Selasa (4/8/2026). Aksi tersebut merupakan bentuk protes sekaligus desakan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau agar segera membangun jalan tersebut secara permanen.
Masyarakat menilai penanganan sementara yang selama ini dilakukan tidak mampu mengatasi persoalan kerusakan jalan yang telah berlangsung cukup lama. Kondisi jalan yang berlubang, berlumpur saat hujan, dan tergenang air dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan serta menghambat aktivitas ekonomi warga.
Dalam aksi tersebut, massa juga memberikan ultimatum kepada Pemprov Riau. Mereka meminta pemerintah menunjukkan langkah nyata dalam waktu 14 hari. Apabila tuntutan tersebut tidak direspons, warga mengancam akan kembali menggelar aksi dengan jumlah peserta yang lebih besar.
Perwakilan masyarakat berharap pemerintah tidak lagi hanya melakukan perbaikan darurat, melainkan segera merealisasikan pembangunan permanen agar akses transportasi masyarakat menjadi lebih aman dan layak digunakan.
Menanggapi tuntutan tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR PKPP) Provinsi Riau, Zulfahmi, mengatakan pemerintah saat ini masih melakukan penanganan sementara di sejumlah titik yang mengalami kerusakan paling parah.
Menurutnya, langkah awal yang dilakukan berupa penimbunan lubang-lubang besar agar kendaraan dapat melintas dengan lebih aman, sekaligus membuat saluran drainase untuk mengurangi genangan air yang menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan.
"Untuk sementara ditimbun dulu, sembari dibuatkan saluran air supaya tidak menggenang di jalan. Untuk penanganan lebih lanjut akan dianggarkan di APBD Perubahan 2026," ujar Zulfahmi, Selasa (4/8/2026).
Desakan masyarakat ini muncul setelah sejumlah insiden yang diduga dipicu kondisi jalan rusak menjadi perhatian publik. Salah satunya adalah peristiwa tragis yang menimpa seorang ayah dan anak di Kabupaten Rokan Hulu. Kendaraan yang mereka tumpangi dilaporkan terjebak banjir hingga keduanya tidak sadarkan diri. Dalam kejadian tersebut, sang anak meninggal dunia, sementara ayahnya sempat pingsan dan mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa tersebut semakin memperkuat tuntutan masyarakat agar pemerintah segera melakukan pembangunan permanen terhadap ruas Jalan Sontang–Duri. Warga berharap jalan tersebut tidak lagi menjadi ancaman bagi keselamatan pengguna maupun menghambat mobilitas masyarakat yang setiap hari bergantung pada akses tersebut.
