Kabut Asap Riau Mengganas, Abu Nazar Serukan Shalat Istisqa

Kabut asap Riau kembali memburuk. Abu Nazar mengajak umat Islam shalat Istisqa, memperbanyak istighfar dan menjaga lingkungan.(poto/ist)

RIAU, Satuju.comKabut asap Riau kembali menebal. Kualitas udara di sejumlah wilayah memburuk setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganggu aktivitas masyarakat. Di tengah situasi itu, Penyuluh Agama Islam KUA Tapung Hilir, Abu Nazar, S.H.I., menyerukan ikhtiar lain: shalat Istisqa.

Di Kota Pekanbaru, memburuknya kualitas udara mendorong pemerintah mengambil langkah perlindungan terhadap masyarakat. Salah satunya dengan menerapkan pembelajaran daring bagi peserta didik.

Abu Nazar meminta umat Islam tidak hanya menghadapi kabut asap dengan langkah lahiriah. Ia mengajak masyarakat memperbanyak istighfar, bertaubat, bersedekah dan memanjatkan doa agar hujan segera turun.

“Dalam kondisi seperti ini, mari kita tidak hanya melakukan ikhtiar secara lahiriah, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mari kita perbanyak istighfar dan memohon ampunan serta melaksanakan shalat Istisqa,” ujar Abu Nazar.

Menurut Abu Nazar, shalat Istisqa merupakan salah satu ikhtiar spiritual umat Islam untuk memohon turunnya hujan. Namun, ia menekankan bahwa doa tidak boleh menggantikan tanggung jawab manusia dalam menjaga lingkungan.

Pencegahan karhutla tetap menjadi bagian penting dari upaya mengatasi persoalan asap. Masyarakat diminta ikut menjaga lingkungan dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran.

Di sisi lain, Abu Nazar mengingatkan warga agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan. Ketika kualitas udara memburuk, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.

Kabut asap bukan hanya persoalan jarak pandang. Jika berlangsung lama, kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan meningkatkan risiko terhadap kesehatan.

Karena itu, Abu Nazar berharap hujan segera turun dan membantu mengatasi persoalan yang muncul akibat karhutla di Riau.

“Semoga Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa manfaat, memadamkan titik-titik api, membersihkan udara Riau dari asap, serta memberikan keselamatan dan kesehatan kepada seluruh masyarakat,” harapnya.

Seruan shalat Istisqa itu muncul ketika masyarakat Riau kembali berhadapan dengan persoalan lama: kebakaran hutan dan lahan yang membawa asap ke ruang hidup warga. Ikhtiar spiritual dan upaya pencegahan karhutla pun diharapkan berjalan bersamaan.