Benarkah Kamper Ampuh Usir Tikus dari Rumah? Ini Penjelasan Pakar dan Alternatifnya

Tikus.(poto/net)

Satuju.com - Kemunculan tikus di dalam rumah kerap membuat penghuni merasa terganggu. Hewan pengerat ini bisa muncul di berbagai tempat, mulai dari dapur, tempat sampah, gudang hingga sudut rumah yang jarang digunakan.

Selain mengotori lingkungan rumah, tikus juga dapat menggerogoti makanan, merusak sejumlah barang dan meninggalkan kotoran di berbagai sudut. Tak heran jika berbagai cara mengusir tikus dari rumah banyak dicari ketika hewan tersebut mulai berkeliaran.

Salah satu cara yang cukup populer adalah menggunakan kamper. Benda yang umumnya digunakan untuk mengurangi bau dan lalat di lemari tersebut dipercaya dapat membuat tikus menjauh karena aromanya yang menyengat.

Namun, benarkah kamper efektif mengusir tikus?

Sebelum menaburkan kamper di berbagai sudut rumah, efektivitas dan cara kegunaannya perlu dipahami terlebih dahulu. Sebab, penggunaan kamper ternyata tidak bisa dijadikan solusi utama untuk mengendalikan tikus.

Dilaporkan detikProperti dari The Spruce, pakar hama dari Oregon State University, Tim Stock, mengatakan kamper dinilai kurang efektif untuk mengendalikan tikus.

Menurut Stock, aroma kamper memang tidak disukai tikus sehingga hewan tersebut mungkin akan menjauh untuk sementara waktu. Namun hal tersebut tidak berarti kamper mampu membasmi atau mengendalikan populasi tikus di rumah.

“Orang sering menggunakan kamper di tempat yang tidak tepat dan untuk membasmi hama yang salah. Sayangnya, kamper digunakan untuk mengendalikan hama selain ngengat pakaian, termasuk tupai, tikus, dan berbagai hewan lainnya,” kata Stock.

Anggapan bahwa kamper dapat membasmi tikus juga muncul karena adanya anggapan bahwa bahan tersebut merupakan rodentisida, yakni bahan kimia yang digunakan untuk membunuh atau mengendalikan hewan pengerat.

Tikus memang dapat mengalami keracunan apabila mengonsumsi kamper dalam jumlah tertentu. Namun, hal itu bukan berarti tikus akan tertarik memakan kamper.

Selama masih terdapat sumber makanan lain di sekitar rumah, tikus tidak memiliki alasan untuk mengonsumsi kamper. Karena itu, mengandalkan kamper saja bukan langkah efektif untuk mengatasi keberadaan tikus.

Bahan Alami yang Bisa Dicoba untuk Membuat Tikus Menjauh

Selain menjaga kebersihan dan menutup akses masuk tikus, sejumlah bahan dengan aroma kuat dapat dimanfaatkan untuk membuat area tertentu kurang menarik bagi tikus.

Berikut beberapa bahan yang dapat digunakan:

1. Cuka Apel

Cuka apel dapat dimanfaatkan untuk membantu membuat tikus menjauh dari area tertentu. Aroma khasnya bisa digunakan pada lokasi yang kerap menjadi jalur masuk atau perlintasan tikus.

Cara menggunakannya cukup mudah. Campurkan cuka apel dengan air ke dalam botol semprot, kemudian kocok hingga tercampur.

Semprotkan larutan tersebut pada area yang sering dilalui tikus. Penggunaan perlu dilakukan secara berkala karena aroma cuka dapat berkurang setelah beberapa waktu.

2. Minyak Kayu Putih

Minyak kayu putih juga dapat digunakan sebagai salah satu alternatif. Aromanya yang kuat dapat membantu membuat tikus menghindari area tertentu.

Minyak kayu putih dapat dilarutkan hingga konsentrasinya sekitar 5 persen, kemudian disemprotkan pada titik-titik yang sering dilewati tikus.

Namun, penggunaannya perlu dilakukan dengan hati-hati. Jangan menyemprotkan larutan pada makanan, peralatan makan atau permukaan yang bersentuhan langsung dengan makanan.

3. Lada Hitam

Lada hitam yang tersedia di dapur juga dapat dimanfaatkan. Aroma yang kuat dan rasa pedasnya dapat membuat area tertentu terasa kurang nyaman bagi tikus.

Caranya, giling lada hitam secara kasar kemudian taburkan pada area yang kerap dilewati tikus.

Meski demikian, penggunaan bahan-bahan tersebut sebaiknya tidak menjadi satu-satunya upaya. Jika tikus masih terus muncul, sumber makanan serta jalur masuknya perlu segera ditemukan.

Kebersihan Rumah Jadi Kunci

Mengatasi tikus bukan sekadar membuat hewan tersebut tidak menyukai aroma tertentu. Kondisi lingkungan rumah juga menjadi faktor penting yang menentukan apakah tikus akan datang kembali.

Tikus biasanya tertarik pada lingkungan yang menyediakan makanan, air dan tempat berlindung. Karena itu, sisa makanan perlu segera dibersihkan, sementara tempat sampah sebaiknya selalu ditutup rapat.

Selain itu, periksa celah pada pintu, dinding, saluran maupun bagian rumah lainnya yang berpotensi menjadi akses masuk tikus. Celah tersebut sebaiknya ditutup atau diperbaiki.

Dengan demikian, upaya mengatasi tikus tidak hanya bertujuan untuk membuat hewan tersebut pergi sementara, tetapi juga mengurangi sumber daya dan akses yang membuat hewan pengerat tersebut kembali ke dalam rumah.