Riau Berpeluang Diguyur Hujan, 264 Titik Panas Terdeteksi di 11 Kabupaten/Kota

Ilustrasi cuaca hujan.(poto/net)

Pekanbaru, Satuju.com – Sejumlah wilayah di Provinsi Riau berpeluang diguyur hujan pada Minggu (30/8/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di sejumlah daerah, terutama pada pagi hari serta sore hingga malam hari.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang, mengatakan pada pagi hari kondisi udara di sebagian besar wilayah Riau diprakirakan kabur hingga berawan.

Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di sebagian wilayah Kepulauan Meranti, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan Pelalawan.

"Pagi hari, udara kabur hingga berawan. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kepulauan Meranti, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan Pelalawan," ujar Elisa dalam informasi prakiraan cuaca Riau, Minggu (30/8/2026).

Peluang hujan kembali muncul pada sore hingga malam hari. Namun, hujan yang turun diprakirakan bersifat lokal dengan intensitas ringan.

Sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami hujan pada periode tersebut antara lain Bengkalis, Kampar, Pelalawan, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Siak, Rokan Hulu, Rokan Hilir dan Dumai.

“Untuk sore hingga malam hari, hujan dengan intensitas ringan yang bersifat lokal diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Riau,” katanya.

Sementara itu, pada siang hari kondisi cuaca Riau secara umum diprakirakan berada dalam kondisi udara kabur hingga berawan. Kondisi serupa juga berpotensi terjadi pada dini hari.

Suhu udara yang diprakirakan berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 50-93 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam.

Untuk kondisi perairan Riau, BMKG memprakirakan tinggi gelombang berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau masih dalam kategori rendah.

264 Hotspot Terdeteksi di Riau

Di tengah adanya peluang hujan di sejumlah wilayah, aktivitas titik panas atau hotspot masih terpantau di Provinsi Riau.

Berdasarkan pemantauan hingga Sabtu (29/8/2026) pukul 23.00 WIB, terdeteksi sebanyak 264 titik panas di Riau. Titik panas tersebut tersebar di 11 kabupaten/kota.

Wilayah Indragiri Hilir menjadi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 88 titik. Berikutnya Pelalawan dengan 80 titik dan Indragiri Hulu sebanyak 41 titik.

Hotspot juga terdeteksi di Bengkalis sebanyak 14 titik, Siak 13 titik, Kuantan Singingi 12 titik, Kampar 7 titik, Rokan Hilir 4 titik, Dumai 3 titik, Rokan Hulu 1 titik serta Kepulauan Meranti 1 titik.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih perlu menjadi perhatian, meskipun sebagian wilayah Riau berpeluang mendapatkan hujan.

Sumatera Terdeteksi 1.620 Hotspot

Secara keseluruhan, pemantauan hotspot di Pulau Sumatera mencatat sebanyak 1.620 titik musim panas.

Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 827 titik. Riau berada di posisi kedua dengan 264 titik, disusul Lampung 158 titik dan Jambi 157 titik.

Selanjutnya, Bangka Belitung tercatat memiliki 108 titik api, Sumatera Utara 41 titik, Sumatera Barat 38 titik, Aceh 12 titik, Bengkulu 10 titik dan Kepulauan Riau 5 titik.

Dengan masih tingginya jumlah titik api, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Terlebih lagi, kondisi cuaca yang relatif panas di sejumlah wilayah dapat meningkatkan risiko munculnya dan meluasnya kebakaran.

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi terjadinya karhutla di lingkungan sekitar.