Jepang Kirim Tiga Helikopter Chinook ke Kalbar, Siap Dukung Water Bombing Karhutla

Jepang Kirim Tiga Helikopter Chinook ke Kalbar

Kalbar, Satuju.com — Kapal Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) JS Kunisaki tiba di Terminal Kijing, Kalimantan Barat, Kamis (10/9/2026). Kapal tersebut membawa tiga helikopter CH-47 Chinook yang akan digunakan untuk mendukung operasi water bombing dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan.

Kehadiran JS Kunisaki merupakan bagian dari dukungan Pemerintah Jepang kepada Indonesia melalui kerangka Defense Cooperation Arrangement (DCA) Indonesia-Jepang, khususnya dalam kerja sama Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR).

Kerja sama tersebut menjadi salah satu bentuk diplomasi perlindungan Indonesia dan Jepang yang tidak hanya diwujudkan melalui dialog maupun peningkatan kapasitas, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang terkena dampak bencana.

JS Kunisaki tiba sekitar pukul 08.00 WIB dan disambut oleh unsur Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, TNI, BNPB, serta sejumlah instansi terkait. Pada siang harinya, Panglima TNI juga meninjau langsung kapal tersebut sekaligus memastikan kesiapan dukungan Jepang dalam pelaksanaan misi kemanusiaan penanganan Karhutla.

Tiga helikopter CH-47 Chinook yang dibawa JS Kunisaki selanjutnya akan melalui sejumlah tahapan persiapan sebelum digunakan dalam operasi pemadaman melalui metode water bombing.

Persiapan teknis dan keselamatan penerbangan akan terlebih dahulu dipastikan, termasuk melalui tahapan persiapan serta uji penerbangan. Pengoperasian helikopter nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan situasi Karhutla di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, dukungan Jepang akan menyatu dengan keseluruhan operasi penanganan Karhutla yang dilakukan Pemerintah Indonesia. Pengawasan operasional helikopter berada di bawah TNI, termasuk aspek keamanan dan izin penerbangan.

Selain itu, TNI akan menempatkan Safety Officer di setiap helikopter untuk memastikan aspek keselamatan selama pelaksanaan misi. Sementara itu, koordinasi misi penerbangan dilakukan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

tiga Kehadiran CH-47 Chinook tersebut bersifat memperkuat kemampuan nasional yang telah dikerahkan, bukan menggantikan kekuatan dan sumber daya yang dimiliki Indonesia.

Dukungan helikopter diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemadaman udara, terutama dalam menjangkau titik-titik kebakaran yang sulit ditangani melalui operasi pemadaman dari darat.

Kerja sama ini sekaligus menunjukkan bahwa diplomasi pertahanan dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Melalui sinergi Indonesia dan Jepang dalam penanganan bencana, dukungan tersebut diarahkan untuk memperkuat upaya perlindungan masyarakat sekaligus mempercepat penanganan Karhutla di wilayah terdampak.

Kehadiran JS Kunisaki dan tiga helikopter CH-47 Chinook menjadi salah satu bentuk nyata kerja sama kemanusiaan kedua negara dalam menghadapi ancaman bencana yang membutuhkan respon cepat dan terkoordinasi.