Karhutla di Payarumbai Inhu: Api Padam, 45 Hektare Lahan Gambut Masih Harus Didinginkan

Karhutla di Payarumbai Inhu

Inhu, Satuju.com — Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Payarumbai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, terus diintensifkan.

Kodam XIX/Tuanku Tambusai melalui Kodim 0302/Indragiri Hulu bersama tim gabungan masih melakukan pendinginan di lokasi terdampak, Sabtu (12/9/2026). Meski kobaran api sudah tidak terlihat, sejumlah titik asap masih muncul di kawasan lahan yang terbakar.

Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 75 hektare. Dari luasan tersebut, tim gabungan telah menggarap sekitar 30 hektar, sedangkan sekitar 45 hektar lainnya masih membutuhkan penanganan dan pendinginan.

Personel Kodim 0302/Inhu yang berada di lokasi mengatakan, kondisi lahan belum sepenuhnya aman meskipun api telah berhasil dikendalikan.

“Api sudah tidak terlihat, namun sampai saat ini masih banyak titik asap di lokasi. Oleh karena itu, pendinginan terus dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kebakaran kembali,” ujar personel Kodim 0302/Inhu di lapangan.

Hujan dengan intensitas sedang yang turun di kawasan tersebut juga membantu proses penanganan. Namun karakteristik lahan gambut yang tebal dan kering membuat proses pendinginan tetap membutuhkan waktu dan perhatian ekstra.

Penanganannya dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA) serta pihak perusahaan.

Sejumlah mesin pompa udara dikerahkan untuk membantu proses pemadaman dan pendinginan. Tim juga menggunakan empat unit ekskavator untuk membuka akses, membuat sekat bakar serta membangun embung yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber cadangan air.

Kondisi lapangan menjadi salah satu tantangan dalam penanganannya. Selain luasnya kawasan terdampak, sumber air berada sekitar 100 meter hingga satu kilometer dari titik kebakaran. Sebagian sumber udara bahkan mulai mengalami kekeringan.

Hujan yang turun di lokasi juga membuat akses sejumlah titik menjadi berlumpur menuju. Kondisi tersebut menyulitkan mobilitas personel dan peralatan menuju area yang masih membutuhkan pendinginan.

Di sisi lain, angin kencang juga menjadi perhatian karena berpotensi mempengaruhi penyebaran api dan asap di kawasan lahan gambut.

Untuk mempercepat proses penanganan, tim gabungan terus membuka jalur darurat menuju titik-titik terdampak, memperkuat sekat bakar dan melakukan penyiraman secara intensif di lokasi yang masih mengeluarkan asap.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan bara api yang kemungkinan besar masih berada di dalam lapisan gambut benar-benar padam dan tidak kembali memicu kebakaran.

Masyarakat di sekitar kawasan juga terus diimbau untuk tidak membuka ataupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Langkah pencegahan dinilai penting untuk menghindari munculnya titik api baru, terutama di tengah kondisi lahan yang masih rentan terbakar.

Tim gabungan memastikan penanganan akan terus dilakukan hingga seluruh titik secepatnya berhasil diselesaikan dan kawasan terdampak dinyatakan aman dari potensi kebakaran susulan.