Air Kelapa Disimpan di Tumbler Stainless Steel, Amankah?

Ilustrasi air kelapa.(poto/net)

Satuju.com – Air kelapa kerap menjadi pilihan untuk melepas dahaga, terutama setelah berolahraga atau saat cuaca panas. Agar lebih praktis, minuman tersebut sering dituangkan ke dalam tumbler dan dibawa untuk diminum sepanjang hari.

Namun muncul anggapan bahwa air kelapa sebaiknya tidak disimpan dalam tumbler, khususnya yang berbahan stainless steel. Lalu apakah air kelapa memang bisa menjadi berbahaya jika disimpan di dalam tumbler?

Jawabannya tidak boleh atau tidak boleh.

Keamanan air kelapa lebih berkaitan dengan beberapa faktor, mulai dari kebersihan wadah, bahan tumbler, suhu penyimpanan, hingga berapa lama minuman tersebut berada di dalam wadah.

Air kelapa yang baru dikeluarkan dari buah berbeda dengan produk air kelapa kemasan yang telah melalui proses pengolahan. Setelah kelapa dibuka, udara di dalamnya mulai terpapar lingkungan sehingga kualitas dan keamanan mikrobiologisnya dapat mengalami perubahan.

Air kelapa sendiri mengandung udara, gula, mineral, serta sejumlah nutrisi lainnya. Kandungan tersebut membuatnya tetap perlu diperlakukan sebagai minuman yang mudah mengalami perubahan setelah dikeluarkan dari buah.

Mengutip penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Food Science & Nutrition, pengolahan dan penyimpanan pada suhu rendah menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas mikrobiologis air kelapa. Dalam penelitian tersebut, udara kelapa dengan perlakuan tertentu disimpan pada suhu sekitar 4 derajat Celsius untuk menjaga kualitasnya.

Hal ini menunjukkan bahwa persoalan utama bukan sekedar apakah air kelapa dituangkan ke dalam tumbler, melainkan bagaimana suhu dan lama penyimpanannya.

Prinsip tersebut juga berlaku pada berbagai jenis makanan dan minuman yang mudah rusak. Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) menyebut bakteri dapat berkembang dengan cepat pada rentang suhu sekitar 4 hingga 60 derajat Celsius.

Oleh karena itu, makanan dan minuman yang mudah rusak sebaiknya tidak dibiarkan pada suhu ruang lebih dari dua jam. Batas waktunya menjadi sekitar satu jam apabila suhu lingkungan berada di atas 32 derajat Celcius.

Bagaimana dengan Tumbler Stainless Steel?

Perhatian terhadap tumbler stainless steel muncul karena air kelapa memiliki karakteristik asam. Secara umum, interaksi antara minuman dan wadah material memang perlu diperhatikan, terutama jika minuman disimpan dalam waktu lama.

Salah satu penelitian dari Universitas Lambung Mangkurat mengamati pengaruh udara kelapa terhadap korosi pada material stainless steel. Penelitian tersebut menggunakan kawat ortodontik berbahan stainless steel yang direndam dalam air kelapa.

Hasil penelitian menunjukkan laju korosi pada kelompok yang direndam dalam udara kelapa lebih tinggi dibandingkan kelompok yang direndam dalam larutan garam.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa karakteristik kimia air kelapa memang dapat berinteraksi dengan material logam tertentu.

Meski begitu, hasil penelitian terhadap kawat ortodontik tersebut tidak bisa serta disamakan dengan penggunaan tumbler stainless steel sehari-hari.

Jenis material, kondisi eksperimen, lama perendaman, hingga lingkungan pengujian dapat berbeda dengan kondisi tumbler yang digunakan untuk menyimpan minuman.

Oleh karena itu, penelitian tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa udara kelapa yang disimpan dalam tumbler stainless steel secara otomatis menyebabkan keracunan logam.

Jika air kelapa ingin disimpan, terutama dalam waktu tertentu, gunakan wadah food-grade yang memang dirancang untuk menyimpan minuman. Pastikan tumbler dalam kondisi bersih dan gunakan sesuai petunjuk dari produsennya.

Yang tidak kalah penting, perhatikan suhu dan durasi penyimpanan. Air kelapa yang telah dikeluarkan dari buah tetap termasuk minuman yang mudah mengalami perubahan sehingga tidak sebaiknya dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang.

Jadi, air kelapa tidak otomatis menjadi berbahaya hanya karena dituangkan ke dalam tumbler stainless steel. Faktor kebersihan wadah, kesesuaian bahan, suhu, serta lama penyimpanan justru menjadi hal utama yang perlu diperhatikan.