Ed Sheeran Buka Suara soal Gaza di Tengah Kontroversi Tur Konsernya

Ed Sheeran.(poto/net)

Jakarta, Satuju.com – Penyanyi asal Inggris Ed Sheeran akhirnya menyampaikan mengenai situasi di Gaza dan konflik Israel-Palestina. Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka konser tunggalnya di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Amerika Serikat, Sabtu malam (20/9).

Dalam pernyataannya di hadapan penonton, pelantun Thinking Out Loud itu mengatakan dirinya tidak pernah berniat menjadi musisi aktivis. Namun, situasi yang berkembang membuat merasa perlunya menyampaikan sikap mengenai masalah kemanusiaan dan kebebasan.

“Saya tidak ingin mengecewakan penggemar, dan saya tidak pernah berniat menjadi aktivis aktivisme,” ujar Ed Sheeran, seperti dilansir berbagai sumber.

“Tetapi situasi ini menempatkan saya di tengah-tengah memuat hal-hal penting dan penuh emosi mengenai kebebasan mengemukakan serta isu-isu politik yang paling rumit di dunia,” lanjutnya.

Ed Sheeran menegaskan bahwa konsernya selama ini berusaha menjadi ruang yang aman bagi siapa pun, terlepas dari latar belakang maupun pandangan politik mereka.

"Konser saya selalu jadi ruang aman bagi siapa saja. Kini, saya ingin membahas mengenai posisi saya terkait situasi di Israel dan Palestina, serta apakah penampilan saya dalam konser malam ini mewakili sikap saya tersebut," katanya.

Ia kemudian mengutuk serangan Hamas terhadap warga Israel pada 7 Oktober 2023. Menurutnya, serangan tersebut merupakan tindakan yang mengerikan.

Di sisi lain, Sheeran juga menyampaikannya terhadap kondisi di Gaza.

“Apa yang terjadi di Gaza sungguh membawa bencana, tidak dapat dibenarkan, dan tindakannya tidak adil. Hati saya hancur melihat besarnya kehancuran serta hilangnya nyawa warga sipil dan anak-anak,” ujarnya.

Ia juga merasakan kondisi di Tepi Barat yang menurutnya tidak boleh diabaikan.

“Selain itu, ketidakadilan sistemik yang terjadi di Tepi Barat tidak boleh diabaikan begitu saja,” lanjutnya.

Sheeran kemudian berterima kasih kepada para penggemar yang tetap hadir dalam konser tersebut. Ia menegaskan pertunjukannya tetap terbuka bagi siapa pun, termasuk mereka yang memiliki pandangan berbeda.

“Konser ini tetap menjadi tempat di mana siapa pun diterima, dan di sini setiap orang bisa berdiri berdampingan dengan mereka yang memiliki pandangan berbeda,” tegasnya.

Berawal dari Kontroversi Macklemore

Pernyataan Sheeran tersebut muncul setelah serangkaian kontroversi yang mewarnai tur konsernya di Amerika Serikat.

Sebelumnya, rapper Macklemore yang menjadi salah satu penampil pembuka dalam konser Sheeran di AS dicoret dari daftar pengisi acara setelah menyuarakan dukungan terhadap Palestina dalam penampilan di New Jersey pada 5 September.

Sheeran kemudian menegaskan dirinya tidak dapat bertanggung jawab atas keputusan tersebut. Muncul laporan bahwa keputusan itu berkaitan dengan tekanan dari Robert Kraft, pemilik New England Patriots, yang perusahaannya memiliki stadion yang digunakan dalam rangkaian tur Sheeran.

Setelah masalah tersebut disebutkan, sejumlah musisi yang dijadwalkan menjadi penampil pendukung Sheeran ikut menyatakan mundur.

Grup folk asal Irlandia Beoga, yang sebelumnya kerap mendampingi Sheeran dalam rangkaian konser di AS, menjadi salah satu nama yang mundur. Posisi Macklemore sempat menggantikan grup asal Denmark Lukas Graham dan penyanyi Irlandia Aaron Rowe sebelum keduanya juga memutuskan mundur.

Finneas, saudara Billie Eilish yang dijadwalkan tampil dalam rangkaian tur Sheeran di Amerika Selatan pada akhir tahun, juga mengumumkan pengunduran dirinya pada pekan yang sama.

Sebelum konser di Philadelphia berlangsung, demonstran pro-Palestina berkumpul di luar stadion. Sejumlah orang yang sebelumnya telah membeli tiket bahkan memilih mengembalikannya dan bergabung dalam aksi pemaksaan.

Meski kontroversi, tur Loop Tour Sheeran tetap menjadi salah satu rangkaian konser dengan pendapatan besar. Berdasarkan data Pollstar pada Mei 2026, kami mencatat rata-rata pendapatan tiket lebih dari 7 juta dolar AS per kota.

Hingga akhir tahun 2025, Sheeran juga tercatat sebagai salah satu penampil konser dengan pendapatan tertinggi sejak tahun 2021.