Aliansi GEMA Kepung Isu Kampus, Desak Rektor IAIN DLB Mundur

Poster Aliansi GEMA.(poto/ist)

Aliansi GEMA IAIN DLB menjadwalkan aksi damai pada 15 Oktober 2026 untuk menuntut perbaikan fasilitas, transparansi anggaran. 

BENGKALIS, Satuju.com – Aliansi Gerakan Mahasiswa (GEMA) Institut Agama Islam Negeri Datuk Laksemana Bengkalis (IAIN DLB) menjadwalkan aksi perubahan kampus pada Kamis, 15 Oktober 2026. Berdasarkan rilis pers yang diterima redaksi pada Rabu (14/10/2026), aksi tersebut akan membawa tiga tuntutan terkait fasilitas pendidikan, transparansi anggaran kampus, dan kepemimpinan rektor.

Aksi diadakan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dengan titik berkumpul di Lapangan Kasih Sayang DLB IAIN. Agenda kegiatan meliputi orasi dan penyampaian aspirasi mahasiswa.

Tiga Tuntutan Aliansi GEMA

Dalam rilis resminya, Aliansi GEMA menyampaikan tiga tuntutan kepada pihak kampus.

Pertama, siswa meminta hak atas sarana dan prasarana pendidikan yang layak. Aliansi menilai fasilitas yang tersedia belum memenuhi standar untuk mendukung kegiatan akademik.

Kedua, mahasiswa mendesak transparansi pengelolaan anggaran kampus. Mereka meminta keterbukaan dan akuntabilitas penggunaan anggaran sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada civitas akademika.

Ketiga, mendesaknya rektor IAIN Datuk Laksemana Bengkalis Mendesak rektor IAIN Datuk Laksamana Bengkalis mengundurkan diri untuk merilis tersebut, mahasiswa menilai kepemimpinan rektor belum membawa perubahan yang diharapkan dan belum mengakomodasi aspirasi mereka.

Poin ketiga tersebut merupakan tuntutan dan penilaian Aliansi GEMA. Redaksi belum memperoleh data independen yang dapat mengonfirmasi penilaian mahasiswa mengenai fasilitas, pengelolaan anggaran, maupun kinerja pimpinan kampus.

Menunggu Tanggapan Pihak Kampus

Aliansi GEMA menyatakan aksi akan berlangsung secara tertib, dan damai. Mereka juga mengundang media untuk meliput kegiatan tersebut.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari pihak Rektorat IAIN DLB yang tercantum dalam bahan informasi yang diterima redaksi. Oleh karena itu, alasan dan penjelasan pihak kampus mengenai tiga tuntutan tersebut masih perlu dibuktikan.

Redaksi membuka ruang bagi Rektor IAIN DLB maupun pihak terkait untuk memberikan tanggapan dan klarifikasi agar pemberitaan mengenai rencana aksi ini tersaji secara berimbang.