Pemko Pekanbaru Siapkan Rp13 Miliar untuk Seragam Sekolah Gratis 2027, Ditambah Pakaian Melayu

Ilustrasi seragam sekolah.(poto/net)

Pekanbaru, Satuju.com – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memastikan program bantuan seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru kembali dilanjutkan pada tahun ajaran 2027. Bahkan, program tersebut direncanakan mengalami penambahan berupa satu setel pakaian Melayu untuk setiap penerima bantuan.

Untuk merealisasikan program tersebut, Pemko Pekanbaru berencana mengalokasikan anggaran hampir Rp13 miliar. Bantuan ini ditujukan untuk meringankan beban orang tua, terutama keluarga kurang mampu, dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah anak.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan keinginan program tersebut merupakan respon atas banyaknya laporan dan respon positif dari masyarakat yang merasa terbantu dengan adanya bantuan seragam gratis.

“Karena banyak yang melapor kepada saya terkait baju seragam ini. Dan tahun depan akan kita lanjutkan,” kata Agung, Selasa (3/11/2026).

Ia menegaskan, bantuan seragam sekolah gratis akan menjadi salah satu program berkelanjutan pemerintah kota. Pemko ingin memastikan masalah biaya pengadaan seragam tidak lagi menjadi beban tambahan bagi orang tua setiap memasuki tahun ajaran baru.

Menurut Agung, mahalnya harga seragam sekolah selama ini menjadi salah satu keluhan masyarakat. Melalui program tersebut, orang tua diharapkan dapat mengalihkan anggaran yang sebelumnya digunakan untuk membeli seragam guna memenuhi kebutuhan pendidikan anak lainnya.

“Kami akan anggarkan setiap tahun, kami memastikan bahwa program ini terus berlanjut untuk membantu orang tua siswa,” jelasnya.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2026 Pemko Pekanbaru telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp12,4 miliar untuk pengadaan seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru.

Anggaran tersebut terdiri dari Rp5,6 miliar untuk siswa sekolah dasar (SD) dan Rp6,8 miliar untuk siswa sekolah menengah pertama (SMP).

Melalui program tersebut, sebanyak 8.900 siswa SD dan 11.000 siswa SMP tercatat sebagai penerima bantuan.

Dengan rencana penambahan satu setel pakaian Melayu pada tahun 2027, program ini tidak hanya ditujukan untuk membantu meringankan biaya pendidikan keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap budaya Melayu kepada peserta didik sejak dini.

Keberlanjutan program tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan yang lebih merata sekaligus mengurangi beban ekonomi masyarakat Kota Pekanbaru menjelang tahun ajaran baru.