satuju.com

Copyright © satuju.com
All rights reserved
Desain by : Aditya

Hasil RUPS dan Dana Bagi Hasil Terdapat Kejanggalan, Ketua Forum Siap Turun Aksi

Bengkalis - Forum Amal Bandar Laksamana siap turun Aksi untuk Perjuangkan Hak Anggota Koperasi dan Anak Tempatan

Persoalan kerjasama dan bagi hasil antara PT. Mapala Rabda dengan Koperasi Tani Hutan Tuah Sekato dan Koperasi Tani Hutan Usaha Bersama di lingkungan Kecamatan Bandar Laksamana dan Bukit Batu tak kunjung usai. 

Tak mampu dijawab secara pasti oleh Pengurus Koperasi dalam Rapat Anggota Tahunan Terakhir maka bersama Anggota Koperasi menitipkan harapan kepada Forum Anak Muda Aksi Lingkungan Kecamatan Bandar Laksamana.

Ketua Forum Amal dikonfirmasi bahwa aksi ini semata-mata untuk memperjuangkan hak-hak anggota koperasi. Gerakan ini bentuk mendukung pengurus koperasi yang tak kunjung usai perihal dana bagi hasil. Setiap penjelasan dan penafsiran terhadap hasil RUPS dan dana bagi hasil terdapat kejanggalan yang perlu dipertanyakan, "cap Andika kepada awak media, selasa (22/6/21). 

Lebih dari kejanggalan itu, ada dugaan pernyataan yang mustahil yang didengar dari kepengurusan koperasi. Dana bagi hasil perusahaan setiap dalam hitungan RUPS selalu mengalami kerugian dan memiliki banyak utang. Logikanya sederhana, jika memang rugi dan banyak utang. Kenapa perusahaan terus beroperasi dan terus mengeruk hasil hutan di bandar laksamana dan bukit batu sesuai dengan wilayah konsesi, "sambung Andika.

Ditempat terpisah, Nurizat Hidayat selaku personalia Forum Amal juga merasa aneh dengan kerjasama yang berlangsung selama ini. Selalu rugi dalam setiap hitungan bagi hasil namun operasional tetap berjalan. Kami sangat apresiasi terhadap perjuangan pengurus koperasi. Namun tak satupun yang memuaskan kami untuk mengetahui banyak hal. 

Tentu kepada perusahaan satu satunya yang kami tuntut untuk menjelaskan semua hal agar diketahui seluruh anggota koperasi. Anehnya lagi, dana bagi hasil berlangsung dalam hitungan tahun berjalan tahun 2019. Sementara tahun tahun sebelumnya dan berikutnya menjadi tanda tanya anggota. Belum lagi dana kesejahteraan yang kami terima selalu mengundang tanda tanya asal usul dan peruntukan yang real untuk anggota koperasi, "tutup Izat.**