satuju.com

Copyright © satuju.com
All rights reserved
Desain by : Aditya

HMI Cabang Pekanbaru akan Laporkan Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Timbang Pelabuhan Ro-Ro Dumai

Ket. Poto : Ketua Umum HMI Cabang Pekanbaru, Heri Kurnia

PEKANBARU - Ketua Umum HMI Cabang Pekanbaru, Heri Kurnia, mengkritisi Proyek pembangunan Jembatan Timbang Bandar Sri Kunjungan, Purnama, yang ada di Kota Dumai, Provinsi Riau. 

Menurut Heri dalam pembangunan proyek yang dianggarkan pada tahun 2020 sebesar 1.196.000.000 tersebut terdapat banyak kejanggalan, dimulai dari sistem lelang hingga barang- barang yang dipakai dalam pembangunan tidak sesuai dengan spesifikasi, "ujarnya kepada redaksi, Rabu (7/7/21). 

Ia menjelaskan bahwa "Pekerjaan Pembuatan Jembatan Timbang Pelabuhan RO-RO di Purnama sedari awal terindikasi ada dugaan Kongkalikong antara Pihak Dinas Perhubungan baik dari Mantan Kepala Dinas Perhubungan ASNAR, SP. M,Si, VERA CHYNTIANA, ST selaku PPK, dan MAHADI FERDINAND. S Sos, Msi. selaku PPTK dll, dengan Pemenang Lelang CV yaitu Mutiara Bungsu Malaga. 

Urai Heri, Berdasarkan hasil setelah Dokumen lelang dan hasil pantauan lapangan, banyak ditemukan pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai dengan Spesifikasi dalam dokumen Lelang sebagaimana tertera dalam DAFTAR KUALITAS DAN HARGA atau BILL OF QUANTITY (BOQ).

Kentara sekali adalah salah satu komponen penting dalam PEKERJAAN PERANGKAT JEMBATAN TIMBANG yang namanya : LOAD CELL COMPRESION sebanyak 6 (Enam) Unit.

Pada BOQ tertulis TYPE PR 6221/30 t C3 dan jika merujuk pada Type yang  disebut diatas maka mengarah kepada Merek SARTORIUS.

Sedangkan Load Cell Compresion terpasang yang ada dilokasi sekarang berdasarkan pengamatan serta perbandingan bukan Merek SARTORIUS tetapi mengarah kepada Merek lain yaitu KELI, TYPE QS/30 T.

Dalam kontrak memang tidak menyebut Merek, tetapi dikunci pada Spesifikasi/Type seperti diuraikan pada (point 3) yaitu Type PR 6221.

Dan type PR 6221 mengarah ke Merek/atau kode Produk SARTORIUS bukannya KELl, jika terjadi perubahan dalam kontrak maka terjadi CCO (Change Contrak Of Order) atau terjadi Adenddum dan itu harus dijelaskan secara detail, kontrak dan gambar juga turut berubah.            

Jika Load Cell Merk SARTORIUS, maka pekerjaan lNDIKATOR harusnya Type MIDRICS 1 (MIS 1), sampai sekarang lndikatornya Merk apa belum diketahui, besar kemungkinan merek lain.

Karena Jembatan Timbang dalam Spesifikasi mengarah ke Merek SARTORIUS artinya barang Pabrikasi bukan rakitan, dan Merek SARTORIUS adalah Produk Jembatan Timbang yang memiliki Lisensi Luar Negeri begitujuga dengan kerangka jembatan, tapi sepertinya rangka timbangan adalah rakitan.

Secara otomatis PEKERJAAN STRUKTUR JEMBATAN TIMBANG harus juga buatan Sartorius bukan merek lain, apalagi barang rakitan yang tidak bermerek.

Namum kondisi lapangan, Struktur Jembatan Timbang terpasang sekarang, diduga bukan merek Sartorius karena bentuk dan hasil kerja dilapangan bisa menyimpulkan.

Karena Pekerjaan Jembatan Timbang  jika mengacu Dokumen Lelang adalah barang PABRIKASI, maka jika terjadi perubahan, salah satu alasan adalah Barang tersebut tidak dapat dicari karena sudah tidak di Produksi lagi dan melalui Justifikasi. 

Berdasarkan penjelasannya tersebut, Heri Kurnia mengatakan "Kami akan meminta kepada Kejaksaan Tinggi (KEJATI) Provinsi Riau agar segera turun ke Kota Dumai meninjau dan memeriksa semua perangkat PPK dan PPTK Proyek Jembatan Timbang Pelabuhan Roro Purnama, kami melihat proyek itu hasil dari persekongkolan dan bahan-bahan yang dipakai tidak memenuhi spesifikasi dari pemenang lelang. Kita juga ingin melihat keseriusan KEJATI RIAU untuk memberantas Korupsi, "ucap Heri. 

Ketika di konfirmasi oleh awak media kepada PPK, PPTK Proyek tersebut, Vera Cyntia dan Mahadi Ferdinand, mengklaim bahwa pengerjaan tersebut telah sesuai dengan dokumen perencanaan. Hal lain, bahwa pengerjaan tersebut juga di klaim telah diperiksa oleh KEJATI Riau dan tidak ditemukan adanya penyelewengan.(Red)