satuju.com

Copyright © satuju.com
All rights reserved
Desain by : Aditya

Dukungan MENLHK Selamatkan Pulau Terdepan Indonesia, Masyarakat Makin Gencar Bergerak

Ket. Poto : PENANAMAN MANGROVE PADA TANGGAL 18/9/2021 DIPANTAI DESA MUNTAI OLEH PULUHAN MASYARAKAT YG DIGERAKAN OLEH LSM IPMPL

Bengkalis,Satuju.com - Dukungan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (ibu siti Nurbaya) yang sebagaimana disampaikan oleh tenaga ahlinya DR. Afni kepada sejumlah kelompok masyarakat binaan Lembaga Swadaya Masyarakat Ikatan Pemuda Melayu Peduli Lingkuang (LSM-IPMPL) beberapa waktu lalu dalam upaya penyelamatan Pulau Terdepan Terluar wilayah kedaulatan Indonesia berbatasan langsung dengan Negara malaysia yang cukup parah terkena abrasi pantai. 


Hal itu membuat masyarakat secara swadaya makin gencar bergerak melakukan penananaman pohon mangrove disebagian area pantai desa mereka yang menghadap ke utara pulau bengkalis Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis Propinsi Riau.

Ket.Poto : TIM DIRJEN DARI KEMENLHK SAAT MELAKUKAN IDENTIVIKASI TINGKAT KERUSAKAN PULAU TERDEPAN INDONESIA AKIBAT ABRASI PANTAI, LOKASI BELAKANG MDA NURUL IMAN DESA MUNTAI BARAT KECAMATAN BANTAN KABUPATEN BENGKALIS.


Dukungan MENLHK terhadap peyelamatan pulau terdepan indonesia itu, seusai program Pemulihan Ekonomi Nasional Padat Karya Mangrove tahun 2020 yang diselenggarakan oleh BAPDAS HL INROK disebagian pantai pulau bengkalis, MENLHK kemudian menurunkan staf nya dari beberapa Dirjen yang terkait  bersama dengan Tenaga ahlinya ke pulau bengkalis untuk mengidentivikasi tingkat kerusakan pulau terdepan terluar indonesia akibat abrasi pantai yang cukup parah. 


Hasil yang diperoleh dilapangan oleh stafnya berdasarkan informasi yang dapat dipercaya, kemudianya MENLHK langsung mengadakan rapat terbatas sekaligus menindaklanjutinya dengan cara menyurati beberapa Mentri terkait sesuai kewenangan nya masing-masing untuk membahas apa yang telah di temukan timnya dilapangan dan mengupayakan solusinya. 


Tidak menunggu lama, selang beberapa waktu selepas itu langsung turun Konsultan perencanaan dari KemenPUPR melalui BWS3 Propinsi Riau mengukur sejumlah area pantai yang terkena abrasi yaitu mulai dari area pantai pambang pesisir s/d pantai desa bentayan Kecamatan Bantan yg diperkira kurang lebih 20 kilo meter.


Menurut sumber dari salah seorang petugas konsultan perencanaan yang melakukan pengukuran ketika itu, mengatakan bahwa pada tahun 2022 pulau bengkalis bagian utara akan memperoleh proyek batu brojong pemecah ombak sepanjang dua puluh kilo meter untuk mencegah terjadinya abrasi pantai yang terjadi.


Jika benar pulau terdepan terluar wilayah kedaulatan indonesia yaitu pulau bengkalis mendapat proyek pemecah gelombang sepanjang dua puluh kilo meter pada tahun 2022, hal itu masyarakat bengkalis menilai tidak terlepas dari peran MENLHK yang serius menyampaikan kepada sejumlah Mentri terkait untuk bagaimana pulau bengkalis harus segera ditangani dengan serius. 


"Dampak dari apa yang dilakukan MENLHK tersebut membuat sejumlah masyarakat tidak tinggal diam, bahkan mereka juga turut serta melakukan penanaman mangrove secara swadaya untuk berpartisipasi menyelamatkan pulau tempat kelahiran mereka. 


Hal itu terlihat jelas upaya yang dilakukan puluhan masyarakat Desa Muntai dan Muntai barat kecamatan bantan yang digerakan oleh LSM Ikatan Pemuda Melayu Peduli Lingkungan melakukan penanaman mangrove jenis api-api sepanjang hampir dua kilo meter pantai pulau terluar sebelah utara secara swadaya, (18/9/2021),  Helmi Kordinator lapangan LSM IPMPL ketika ditanya oleh media ini, dari mana LSM IPMPL memperoleh sumber anggaran dana dalam melaksanakan kegiatan dan berapa jumlah mangrove yang ditanam,?


Menurutnya mereka memperoleh sumber dana hasil dari penjualan bibit kayu gerunggang yang telah berhasil di budidayakan oleh LSM IPMPL. "Dua puluh persen dari hasil keuntungan bersih penjualan ratusan ribu bibit pohon gerunggang sampai keluar daerah, kami sisihkan untuk hak Anak Yatim, orang tidak mampu dan untuk kegiatan sosial seperti apa yang di laksanakan pada hari ini. "Untuk penanaman mangrove pada hari ini, tidak banyak hanya kurang lebih 6.000 batang aja" jelas nya.**