satuju.com

Copyright © satuju.com
All rights reserved
Desain by : Aditya

"KETIKA PEMIMPIN ITU KORUPSI, KOLUSI DAN NEPOTISME SEKALIPUN BELUM DIUSUT OLEH PENEGAK HUKUM"

Memimpin Dengan Kelembutan Hati

Direktur FORMASI RIAU/Dosen Pascasarjana Magister Hukum UIR: Dr. Muhammad Nurul Huda, SH. M.H

PEKANBARU,Satuju.com - Waktu terus berlalu, tapi kesejahteraan rakyat jauh dari yang diharapkan. menurut badan statistik, jumlah orang miskin di Indonesia per-maret 2020 sebanyak 26,42 juta orang. Meningkat 1,6 juta orang dari tahun 2019.


Ada banyak paket kebijakan pemerintah untuk orang miskin, tapi mengapa orang miskin bertambah dari tahun ke tahun. Ini tentu ada yang keliru dari cara kita bernegara. Padahal ada banyak paket hukum positif yang dibuat untuk mendukung kesejahteraan rakyat. Mulai dari UU yang berhubungan dengan pengawasan penggunaan uang rakyat sampai dengan cara menindak pelaku-pelaku yang secara tidak bermoral merampok uang rakyat serta perusakan lingkungan.


Memimpin itu jalan menuju kesunyian dan kemiskinan. Pemimpin harus selesai dengan itu semua. Tidak boleh ada lagi pemimpin yang berpikir untuk menimbun kekayaan dengan cara illegal dan tak bermoral. Itu berlaku untuk semua kita yang memimpin.


Pemimpin di dalam hati dan pikirannya, harus berbicara kesejahteraan dan keadilan untuk semua golongan. Pemimpin harus bisa melaksanakan itu semua. 

Tidak sulit bagi pemimpin untuk menjalankan itu semua, karena sarana dan prasarana sudah tersedia semua. Pemimpin harus bisa memberi contoh yang baik bagi bawahan dan rakyatnya. Pemimpin jangan korupsi. Karena ketika pemimpin itu korupsi, kolusi dan nepotisme sekalipun belum diusut oleh penegak hukum, secara moral dan etika sudah gugur kepemimpinannya dimata bawahan dan rakyatnya. 

Ketika sudah gugur secara moral kepemimpinan itu, maka pikiran dan hati serta tindakan sudah mesti sulit dipersatukan. Ketika itu terjadi, maka akan sangat sulit mengimplementasikan cita-cita yang diharapkan yaitu mensejahterakan rakyat serta menegakkan keadilan.


Untuk itu, untuk membangun cita-cita yang diharapkan untuk mensejahterakan rakyat dan keadilan, semestinya membangunkan hati. Lihat serta turun ke bawah melihat kenyataan yang terjadi, buatlah terobosan kebijakan yang langsung bermanfaat untuk rakyat, yaitu dengan memberikan segala kemudahan dalam mencapai kesejahteraan untuk rakyat. Pemimpin harus keras menyampaikan pesan kepada penegak hukum, agar tidak bermain mata dengan pejabat yang jahat serta mafia sumber daya alam. Karena rakyat sudah lama melihat ini. Penggunaan hukum untuk keadilan, bukan untuk lawan politik. Semoga!!!

 

Penulis: Direktur FORMASI RIAU/Dosen Pascasarjana Magister Hukum UIR: Dr. Muhammad Nurul Huda, SH.,MH