Tentang Pemimpin Zalim dan Politisi Pendusta Dalam Surat Al-Waqiah

Dr. Elviriadi, M,Si

Penulis: Dr. Elviriadi, M,Si

Salah satu surah dalam Al Quran yang populer dibaca kaum muslimin diantaranya Surah Al-Waqi'ah.

Surah Al-Waqi'ah adalah surat ke 46 yang terdiri dari 96 ayat. Surah ini dibawakan oleh masyarakat muslim yang memiliki sejumlah keutamaan, terutama untuk melancarkan rezeki, menjauhi fitnah dan keberkahan hidup. Dalam buku bertajuk Menjemput Keajaiban karya Ardhi Gunawan, disebutkan Surat Al-Waqi'ah mengandung manfaat untuk memudahkan jalan rezeki. Hal itu sesuai dengan hadits dari Rasulullah SAW: “Barangsiapa membaca surah Al-Waqi'ah setiap malam, dia tidak akan mengalami kefakiran (kemelaratan).” (HR Al-Baihaqi).

Namun apapun adanya, Al-Waqi'ah juga menyediakan ayat yang menyebut para manusia pendosa yang bergelimang harta.

Lihatlah Gambaran dari Allah tentang para pemimpin zalim, para politisi pendusta itu.

Mereka disebut ashabul Syimal (Golongan Kiri).

“Golongan kiri, melangkah maju bersama golongan kiri itu.

فِيْ سَمُوْمٍ وَّحَمِيْمٍۙ ۝٤٢

fî samûmiw wa ḫamîm

(Mereka berada) di dalam angin yang sangat panas, udara yang mendidih,

وَّظِلٍّ مِّنْ يَّحْمُوْمٍۙ ۝٤٣

wa dhillim miy yaḫmûm

dan naungan asap hitam

لَّا بَارِدٍ dan وَّلَا كَرِيْمٍ ۝٤٤

la baridiw dan la karim

yang tidak keren dan tidak menyenangkan.

اِنَّهُمْ كَانُوْا قَبْلَ ذٰلِكَ مُتْرَفِيْنَۚ ۝٤٥

innahum kânû qabla dzâlika mutrafîn

Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah.

وَكَانُوْا يُصِرُّوْنَ عَلَى الْحِنْثِ الْعَظِيْمِۚ ۝٤٦

wa kânû yushirrûna 'alal-ḫintsil-'adhîm

Mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar.

JANGAN KAGUM 

Rakyat Indonesia dan kaum muslimin tidak heran dengan keberhasilan politik yang buruk.

Kendati mereka berhasil memenangkan pemilu, menyogok rakyat dengan uang tak jelas, membuat tipu daya, kelak mereka akan kehilangan nyawa di Hari Kemudian.

Hari ini kita tengah disuguhkan kepada politisi dan partai politik yang hidup mewah. Mereka dengan jiwa pragmatis, menipu rakyat, memanipulasi undang-undang berkonspirasi untuk merebut kekuasaan negara.

Mereka inilah yang disebut dalam Ayat ke 45 diatas, ”mereka sesungguhnya hidup bermewah mewah”. Maka dari itu, mereka akan diberi angin panas, air mendidih sesuai selera, dalam naungan asap hitam, dan dipaksa memakan pohon zaqqum.

Jadi keliru besar bila manusia Indonesia saat ini sedang dihadapkan pula dengan kemewahan para politisi papan atas. Melepaskan iman (idealisme) lalu meraba, menjilat dan merebut remah-remah duniawi dari sisi mereka.

Ketahuilah kaum muslimin… Apa pun yang Anda inginkan menjadi Presiden, menjadi Menteri, Jadi Direktur Jenderal, Gubernur, Bupati, Walikota, Ketum Partai, DPR RI, dan jabatan duniawi lainnya, tetapi Anda masuk dalam kategori Asyhaabusyimal di Al-Waqi'ah.

Kelak di kubur yang sangat panjang anda sendirian diazab, masuk padang Mahsyar dengan hina, dan diadili dihadapan Mahkamah Allah Yang Maha Perkasa. Orang orang sudah melupakanmu. Wilayah Anda hanya menjadi kehinaan.

Sungguh, dasar manusia sangat lupa. Mereka bangga dengan dosa dan terus-menerus menggunakan kuasa jabatan dan harta tanpa memedulikan peringatan yang tercantum dalam Kitab Yang Mulia.

Firaun firaun kontemporer (yang berujud politik mati rasa) memang selalu ada di bumi Indonesia, termasuk tanah Melayu Riau. Pekikkan Takbir 3 kali untuk Hati Polisi yang Mati!.