Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana III Digelar di Sungai Pakning, Angkat Seni Melayu Pesisir
Erwin Syah Putra, S.Psi, Ketua Umum Rumah Budaya Kacip Tembaga
Sungai Pakning, Satuju.com – Rumah Budaya Kacip Tembaga Sungai Pakning kembali menggelar event akbar Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana Jilid III, yang mengusung tema "The Real Malay Event," sebagai bentuk komitmen menjaga dan merawat seni budaya Melayu di wilayah Pesisir Riau. Kegiatan tahunan ini akan dilaksanakan pada 27–28 Desember 2025, bertempat di Lapangan Tomong dan Halaman SMAN 1 Bukit Batu, Desa Sejangat, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis.
Pengurus dan Dewan Penasehat Rumah Budaya Kacip Tembaga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pelajar, pemuda, seniman, budayawan hingga masyarakat umum untuk hadir dan menyaksikan seluruh rangkaian acara. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang kebersamaan sekaligus wadah pelestarian warisan budaya Melayu yang telah hidup dan berkembang di tengah masyarakat pesisir.
Tahun ini, Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana III mempertandingkan tiga kategori utama, yakni Lomba Layang Kuwaw atau Layang Hias Melayu, Festival Langgam Melayu, dan Festival Zapin Tradisional. Ketiga cabang tersebut merupakan cerminan kekayaan seni tradisi Melayu yang sarat nilai, filosofi, dan keindahan.
Suasana semarak akan terasa pada malam pembukaan, yang digelar Sabtu malam, 27 Desember 2025, di Panggung Utama Halaman SMAN 1 Bukit Batu. Pada malam tersebut, Rumah Budaya Kacip Tembaga mengumumkan jemputan terbuka bagi seluruh masyarakat Negeri Laksamana. Acara pembukaan akan dimeriahkan oleh WOY Band, artis Riau yang akan membawakan lagu-lagu nostalgia Malaysia era 1990-an, mengajak penonton bernostalgia dan menikmati kebersamaan.
Tidak hanya menampilkan seni dan hiburan, Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana III juga mengusung nilai kepedulian sosial. Pada malam pembukaan, Rumah Budaya Kacip Tembaga yang telah memiliki Unit Pengumpul Zakat (UPZ) akan menggalang donasi untuk korban bencana di Sumatera, bekerja sama dengan BAZnas Kabupaten Bengkalis. Melalui kegiatan ini, seni budaya diharapkan mampu menjadi jembatan untuk menumbuhkan rasa empati dan solidaritas.
Ketua Umum Rumah Budaya Kacip Tembaga, Datuk Erwin Syah Putra, S.Psi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar bersama dalam menjaga jati diri Melayu, khususnya di wilayah pesisir Riau. Ia menegaskan bahwa budaya akan tetap hidup apabila terus dirawat dan dipertandingkan secara sehat oleh generasi muda.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk hadir bersama, menyaksikan, meramaikan, dan turut berbagi kepedulian pada Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana III,” ujar Datuk Erwin kepada sejumlah media, Rabu (24/12/2025). Ia didampingi Datuk Bendahara Wawan Irnawan, SE, Datuk Sekretaris Supriandy alias Dedek Minah, dan Datuk Timbalan Andhika alias Borak.
Sedangkan Para Dewan Penasehat Rumah Budaya Kacip Tembaga terdiri dari para Seniman dan Budayawan Riau ternama, antara lain Datuk Ridho Fatwandi, Zalfandri Zainal alias Mat Rock, Jefry Al Malay yang juga Ketua Umum Dewan Kesenian Riau (DKR) dan Ibenk Arrekan. Dengan arahan dan bimbingan para Dewan Penasehat, Rumah Budaya ini menjadi salah satu yang paling kompeten di Riau.
Dalam kesempatan tersebut, Rumah Budaya Kacip Tembaga juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, di antaranya SPPG Sejangat, BAZnas Kabupaten Bengkalis, PT Riau Petroleum, PT KPI RU II Sungai Pakning, Koperasi Bukit Batu Darul Makmur, Camat Bukit Batu, SMAN 1 Bukit Batu, Pemerintah Desa Sejangat, serta para Dewan Pembina seperti Iyeth Bustami Anggota DPR RI dan H. Muhammad Rafee Anggota DPRD Bengkalis, serta dukungan dari berbagai pihak lainnya.
Rumah Budaya Kacip Tembaga juga mendeklarasikan bahwa Desa Sejangat layak menjadi Kampung Seni dan Budaya di Riau, mengingat banyaknya seniman dan budayawan yang lahir serta tumbuh dari desa tersebut, diantaranya adalah tiga dari Dewan Penasehat yaitu Datuk Ridho, Datuk Mat Rock dan Datuk Jefry Al Malay.
Melalui Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana III, Rumah Budaya Kacip Tembaga berharap seni dan budaya Melayu tidak hanya dipertontonkan, tetapi juga dicintai dan diwariskan. Dari Negeri Laksamana, budaya dirawat, kebersamaan dirajut, dan kepedulian terus tumbuh.

