Gus Nur, Sowan dan Dunia yang Berubah

Sugi Nur Raharja alias Gus Nur

Satuju.com - Sugi Nur Raharja alias Gus Nur sudah menanggapi sowan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis ke rumah Jokowi di Solo. Mantan terpidana kasus ijazah Jokowi yang dibela Eggi ini sangat kecewa. Tapi ia tak sampai mencap Eggi sebagai seorang pengkhianat.

Gus Nur memahami posisi Eggi yang harus bolak-balik berobat ke luar negeri. Karena itu mungkin Eggi dinilai, harus menekan egonya. Tapi tidak buat Damai Hari Lubis. Nomor kontaknya langsung diblokir. Keduanya dianggap kalah telak berhadapan dengan Jokowi.

Inilah dunia, kata Gus Nur. Orang berubah. Hitam-putih dan begitu sebaliknya. Tapi diakui Gus Nur, ini adalah keahlian rezim Jokowi. Strategi pecah belah. Berkali kali dibedakan Gus Nur, Jokowi dan rezim Jokowi. Gus Nur trauma betul dengan yang namanya rezim Jokowi.

Gus Nur bercerita dua hal. Pertama, dikibuli saat diminta menandatangani suatu permintaan maaf yang katanya tertutup, tak untuk dipublikasikan. Tapi saat ia sudah tanda tangan, belum lagi sampai di rumah, tanda tangannya sudah beredar luas di medsos. Ia dibohongi.

Ceritanya itu ia jadikan alas terhadap sowannya Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis ke rumah Jokowi. Eggi maunya pastilah peristiwa itu jangan dipublikasikan. Tapi belum sampai Eggi di rumahnya, peristiwa itu sudah beredar luas. Ini terlihat dari ketidaksiapan Eggi menjawab apa yang harus dijawabnya. Plintat-plintut.

Kedua, cerita Gus Nur yang juga diajak sahabatnya yang adalah pendukung Jokowi, sowan ke rumah Jokowi. Ia diajak untuk melihat ijazah Jokowi dan dijanjikan akan diganti semua kerugiannya selama "dizalimi" rezim Jokowi. Angkanya juga disebutkan miliaran rupiah.

Gus Nur tegas menolak. Ia sudah mengharamkan dirinya sendiri bertemu dengan Jokowi. Ia tak mau berkompromi. Bahkan, kalau semua orang di dunia ini sowan ke rumah Jokowi, maka ia sendiri tak akan mau. Apalagi untuk melihat ijazah Jokowi yang berkacamata itu, yang dianggapnya bukanlah Jokowi Presiden ke-7.