PB HMI: Pemko Pekanbaru dan Pemprov Riau Tak Bisa Cuci Tangan soal Dugaan Pesta LGBT di THM
PB HMI: Pemko Pekanbaru dan Pemprov Riau Tak Bisa Cuci Tangan soal Dugaan Pesta LGBT di THM
Pekanbaru, Satuju.com – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Alfan Prasad, melayangkan kritik keras tidak hanya kepada pengelola Tempat Hiburan Malam (THM), tetapi juga kepada jajaran pimpinan daerah terkait viralnya dugaan pesta komunitas Gay di Kota Pekanbaru.
Alfan menegaskan bahwa Walikota Pekanbaru dan Plt Gubernur Riau tidak boleh lepas tangan dalam persoalan ini. Menurutnya, lemahnya pengawasan dari pemerintah daerah menjadi celah bagi komunitas menyimpang untuk eksis di ruang publik.
"Ini bukan sekadar masalah video viral, ini masalah marwah! Saya mendesak Walikota Pekanbaru dan Plt Gubernur Riau untuk terlibat langsung dan bertanggung jawab. Jangan hanya diam melihat Bumi Lancang Kuning dinodai oleh aktivitas yang jelas-jelas bertentangan dengan budaya Melayu dan nilai Islam," tegas Alfan Prasad, Jumat (30/1/2026).
Alfan juga meminta Pemkot Pekanbaru segera melakukan audit perizinan terhadap seluruh THM di Pekanbaru. Jika terbukti ada pembiaran terhadap aktivitas LGBT, ia menuntut tindakan paling berat.
"Walikota harus berani! Cabut izin operasionalnya, tutup tempatnya secara permanen. Jika pemimpin daerah tidak mampu menjaga nilai-nilai luhur di Riau, maka wajar jika masyarakat mempertanyakan komitmen kepemimpinan mereka," lanjut putra daerah Riau tersebut.
Menutup pernyataannya, Alfan memastikan bahwa HMI akan terus mengawal langkah Satreskrim Polresta Pekanbaru dalam melakukan penyelidikan.
"Kami beri waktu bagi Walikota, Plt Gubernur, dan Aparat Penegak Hukum untuk bertindak. Jika tidak ada langkah konkret, kami dari HMI bersama seluruh elemen masyarakat Riau siap mengambil sikap tegas di lapangan," pungkasnya.

