Viral Video Tumpukan Kayu Berbarcode di Nias Selatan, Warga Soroti Dugaan Pembalakan Hutan
Viral Video Tumpukan Kayu Berbarcode di Nias Selatan
Nias, Satuju.com - Beredar video viral yang memperlihatkan tumpukan kayu berukuran besar tersusun rapi di sejumlah wilayah di Kabupaten Nias Selatan, memicu kemarahan dan kekhawatiran warga terkait dugaan penggundulan hutan.
Informasi ini pertama kali mencuat setelah diunggah akun Instagram @digitalnewscom, yang menampilkan kayu-kayu terpotong rapi dengan barcode bertuliskan Kementerian Kehutanan. Video tersebut disebut diambil di kawasan Tanabala, Tanahmasa, dan Pini.
Dalam rekaman video, seorang pemuda terdengar berteriak lantang mempertanyakan sikap semua pihak terhadap dugaan pembalakan liar yang dinilai terus terjadi tanpa pengawasan ketat.
“Apakah kita hanya diam dan menonton pohon-pohon ditebang? Padahal kita baru saja dilanda bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Banjir belum selesai, tapi perusakan hutan masih terus berlanjut,” ujarnya dengan nada emosional.
Warga menduga aktivitas pengrusakan hutan tersebut melibatkan perusahaan PT Gruti dan PT Teluk Nauli yang disebut melakukan penebangan kayu dalam skala besar. Kayu-kayu berdiameter besar yang telah dipotong dan dikumpulkan memunculkan kecurigaan adanya praktik pembalakan yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan.
Masyarakat setempat menyampaikan kekhawatiran serius terhadap masa depan pulau mereka. Penggundulan hutan dinilai dapat memperparah risiko banjir, longsor, hingga tenggelamnya wilayah pesisir, terutama di tengah dampak perubahan iklim yang semakin ekstrem.
Dalam pernyataan terbuka, warga meminta perhatian Presiden terpilih Prabowo Subianto, Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, serta Partai Gerakan Indonesia Raya untuk turun tangan menghentikan dugaan kejahatan lingkungan tersebut.
Warga berharap pemerintah segera melakukan investigasi menyeluruh guna memastikan legalitas penebangan serta menjamin perlindungan hutan di wilayah kepulauan Nias.

