Pamer 7 Kontribusi sebagai Alumni LPDP, Tasya Kamila Panen Cibiran
Tasya Kamila
Jakarta, Satuju.com - Usai merilis laporan kontribusi sebagai alumni awardee LPDP masa bakti 2018-2023 lewat Instagram, pada 24 Februari 2026, Tasya Kamila ramai dicibir warganet. Dalam unggahan itu, dia membeberkan tujuh poin kontribusinya sebagai penerima LPDP.
Pertama, berkomitmen pulang ke Indonesia pascalulus dan selama masa bakti. Kedua, menjadi jembatan antara pemerintah dan publik dalam kapasitasnya sebagai public figure.
Ketiga, melakukan gerakan akar rumput untuk keberlanjutan melalui yayasan Green Movement Indonesia. Keempat, memberdayakan pemuda Indonesia melalui talkshow, seminar, dan workshop bidang pendidikan, lingkuhan hidup, dan kesehatan.
Kelima, Tasya Kamila menjadi pengajar di sebuah platform pendidikan online dengan mata pelajaran Geografi dan Bahasa Inggris. Keenam, berperan aktif dalam industri kreatif Indonesia dan melestarikan lagu anak Indonesia.
Ketujuh, menggunakan platform media sosial untuk membagikan informasi seputar parenting, tumbuh kembang anak dan kesehatan demi mendukung Generasi Emas.
Menariknya, unggahan yang telah disukai lebih dari 318.000 kali itu justru menuai cibiran warganet. Tak sedikit yang menilai, kontribusi Tasya tak setara dengan uang yang dikeluarkan negara untuk mengirimkan ibu dua anak itu ke Columbia University.
“Mbak, kok impact-nya tidak sebesar dana yang dikeluarkan (negara) ya? Ini lebih mirip proker (program kerja) level BEM/kantor, program CSR perusahaan, atau kegiatan ibu-ibu di lingkungan,” sindir akun @hou*****vya.
Akun @luc****ta menuliskan, “Semua poin-poin yang kamu sebutin itu kayaknya enggak perlu penerima LPDP juga bisa lakukan mbak. Itu mah seperti proker KKN, seriusan dah. Haduh, berani banget published hal-hal yang bahkan non-penerima LPDP juga bisa lakukan.”
“Buset! Pajak kita hanya buat membiayakan LPDP dengan kerjaan jobdesk skala organisasi kampus. Tanpa LPDP, mahasiswa daerah juga bisa begitu. Percaya diri banget dia nulis begitu,” ungkap akun @th****33.
Tasya Kamila membeberkan kontribusinya sebagai penerima LPDP di tengah polemik unggahan Dwi Sasetningtyas. Sang content creator menuai kontroversi setelah mengungkapkan rasa bangganya karena anak keduanya resmi menjadi warga negara Inggris.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, dana LPDP yang digunakan Dwi dan suaminya, Arya Iwantoro, untuk mengecap pendidikan S2 dan S3 di Belanda bersumber dari pajak masyarakat dan utang negara.
“Uang itu disisihkan untuk memastikan SDM kita tumbuh. Tapi, kalau dipakai untuk menghina negara ya terpaksa kita minta lagi uangnya beserta bunganya kalau begitu,” ungkap sang menteri.*

