Riset Biomedis Berbasis Kearifan Lokal NTB Dipresentasikan dalam Promosi Doktor di Unud
I Putu Dedy Arjita, S.Pd., M.Kes
Denpasar, Satuju.com – Universitas Udayana dijadwalkan menggelar sidang terbuka promosi doktor pada Rabu, 5 Maret 2026, di Gedung Pascasarjana kampus tersebut, Denpasar. Pada kesempatan itu, I Putu Dedy Arjita, S.Pd., M.Kes. akan menjalani promosi doktor pada Program Studi Doktor Ilmu Biomedis, Fakultas Kedokteran.
Sidang terbuka ini menjadi puncak proses akademik yang telah ditempuh, sekaligus tahapan akhir sebelum penetapan gelar doktor. Promosi doktor di lingkungan perguruan tinggi tidak hanya dimaknai sebagai seremoni akademik, tetapi juga penegasan tanggung jawab keilmuan serta integritas riset yang melekat pada seorang ilmuwan.
Dalam disertasinya, I Putu Dedy Arjita mengangkat judul: “Efek ekstrak etanol cacing laut Nyale (Eunice sp.) terhadap aktivitas enzim alfa glukosidase, kadar glukosa darah, nuclear factor kappa B, dan glutathione peroxidase pada tikus Wistar jantan model diabetes melitus tipe 2.”
Penelitian tersebut mengkaji potensi sumber daya hayati lokal, yakni Nyale (Eunice sp.), dalam konteks biomedis, khususnya untuk memahami mekanisme biologis yang berkaitan dengan diabetes melitus tipe 2. Kajian dilakukan melalui pendekatan eksperimental laboratorium dengan mengukur sejumlah parameter biokimia dan molekuler yang relevan, seperti aktivitas enzim, respons inflamasi, dan sistem antioksidan.
Relevansi bagi Pembangunan NTB
Riset ini dinilai memiliki relevansi strategis bagi pembangunan kesehatan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Nyale selama ini dikenal sebagai bagian dari ekosistem pesisir sekaligus tradisi budaya masyarakat NTB. Namun, pemanfaatannya dalam perspektif biomedis masih relatif terbatas.
Melalui pendekatan ilmiah yang sistematis, penelitian ini berupaya mentransformasi pengetahuan lokal menjadi pengetahuan berbasis sains. Langkah tersebut membuka ruang integrasi antara budaya, riset, dan kebijakan pembangunan daerah, sekaligus mendorong hilirisasi pengetahuan berbasis sumber daya lokal.
Di sisi lain, diabetes melitus tipe 2 merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk di NTB. Kajian mengenai aktivitas enzim alfa glukosidase, inflamasi seluler, serta sistem antioksidan diharapkan dapat memperkuat pemahaman ilmiah terhadap mekanisme penyakit tersebut.
Hasil riset ini berpotensi menjadi landasan awal bagi pengembangan penelitian lanjutan berbasis bahan alam, pemetaan terapi komplementer, serta penguatan kebijakan kesehatan yang berbasis bukti (evidence-based policy).
Dorong Ekosistem Riset Daerah
Penelitian ini juga membuka peluang kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi, fasilitas layanan kesehatan, pemerintah daerah, serta lembaga riset dan inovasi. Kontribusi tersebut penting dalam membangun ekosistem riset daerah yang berkelanjutan, di mana NTB tidak hanya menjadi lokasi pengambilan sampel, tetapi juga berperan aktif dalam produksi pengetahuan.
Dalam jangka menengah, riset berbasis biodiversitas laut dan pesisir ini diharapkan dapat memperkuat posisi NTB dalam peta riset kesehatan nasional, khususnya pada bidang biomedis berbasis sumber daya hayati.
Selain itu, pendekatan ilmiah terhadap pemanfaatan Nyale juga memberikan kontribusi konseptual pada pengelolaan sumber daya hayati laut yang lebih bertanggung jawab, termasuk aspek konservasi, pengendalian eksploitasi, dan pengembangan nilai tambah melalui inovasi.
Tonggak Akademik dan Peran Baru
Apabila sidang promosi berlangsung sesuai rencana, tahapan tersebut akan menandai peran baru I Putu Dedy Arjita sebagai doktor—peneliti dan pendidik—yang diharapkan terus menjaga integritas ilmiah serta mengembangkan riset lanjutan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Sivitas akademika dan para hadirin diharapkan dapat memberikan apresiasi atas proses ilmiah yang telah ditempuh. Capaian akademik ini diharapkan tidak hanya menjadi tonggak personal, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu biomedis, kesehatan masyarakat, serta dinamika pembangunan daerah di Nusa Tenggara Barat.

