Mahfud MD Dukung Kritik Tiyo Ardianto ke Pemerintah: Jika Diteror, Negara Tidak Sehat

Mahfud MD

Jakarta, Satuju.com - Pernyataan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menjadi sorotan publik setelah ia menyampaikan dukungan terbuka terhadap Ketua BEM Universitas Gadjah Mada, Tiyo Ardianto, yang belakangan ramai diperbincangkan karena kritiknya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pernyataannya, Mahfud mengaku bangga melihat keberanian mahasiswa yang dinilainya mampu menyampaikan kritik secara rasional dan berbasis data.

“Pada umumnya, anak yang berani seperti ini sehingga bisa melakukan perubahan, saya terus terang bangga. Wacananya bagus, rasional, datanya juga akurat dan orangnya sopan,” ujar Mahfud.

Ia menilai, keberanian menyuarakan aspirasi rakyat kini semakin jarang terlihat. Menurutnya, banyak pihak yang seharusnya menjadi representasi rakyat justru memilih diam atau menyingkir.

“Sampai marah-marah begitu karena yang mewakili rakyat itu sekarang sudah jarang. Sekarang pada takut, pada nyingkir. Kalau ada anak muda berani seperti ini harus dilindungi,” tegasnya.

Mahfud menambahkan, dalam sejarahnya, perubahan besar dalam kepemimpinan dan arah bangsa kerap lahir dari sosok-sosok muda yang berani menyuarakan kebenaran. Ia mengingatkan agar negara tidak justru bersikap represif terhadap ekspresi kritik.

Menurutnya, jika mahasiswa atau bahkan keluarganya sampai mengalami intimidasi atau teror, maka itu menjadi indikator kondisi demokrasi yang tidak sehat.

“Kalau anak seperti ini diteror, apalagi sampai ke ibunya, itu berarti negara tidak sehat. Walaupun soal teror orang bisa saling melempar siapa yang melakukannya, di sini negara harus turun demi kebaikan kita,” ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah perbincangan publik mengenai ruang kebebasan berpendapat dan perlindungan terhadap aktivisme mahasiswa. Sejumlah pihak menilai dukungan Mahfud menjadi penegasan penting bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian sah dari demokrasi, selama disampaikan secara argumentatif dan bertanggung jawab.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah terkait respons atas polemik yang berkembang. Namun, pernyataan Mahfud MD menambah dimensi baru dalam diskursus tentang peran mahasiswa sebagai kontrol sosial di era pemerintahan saat ini.