Anies dan Novel Jenguk Aktivis KontraS Andrie Yunus, Desak Polisi Ungkap Dalang Serangan
Anies dan Novel Jenguk Aktivis KontraS Andrie Yunus
Jakarta, Satuju.com – Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, menjenguk Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, Sabtu (14/3).
Dalam kesempatan itu, Anies mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie, termasuk mengungkap pihak yang diduga memberi perintah di balik aksi tersebut.
“Kita percayakan kepada aparat kepolisian untuk bisa mencari pelakunya, menemukan pelakunya, lalu sampai kepada pemberi perintahnya. Bukan hanya eksekutor di lapangan, tapi juga pemberi perintahnya,” kata Anies saat konferensi pers di Lobi Kanigara RSCM.
Senada dengan Anies, Novel Baswedan menekankan pentingnya pengungkapan kasus secara menyeluruh agar pelaku utama di balik peristiwa tersebut dapat dimintai pertanggungjawaban.
Menurut Novel, serangan terhadap Andrie bukan tindakan spontan, melainkan diduga telah direncanakan.
“Yang pasti ini bukan kejahatan spontan, tetapi sesuatu yang dilakukan dengan motif,” ujarnya.
Novel juga menyatakan keyakinannya bahwa aparat kepolisian mampu mengungkap pelaku penyerangan tersebut. Ia bahkan mendorong agar kasus ini mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk Presiden Prabowo Subianto.
“Saya katakan bahkan dari Presiden pun harus memberikan perhatian soal ini. Kenapa? Karena ini adalah orang yang memperjuangkan kepentingan umum dan kemanusiaan. Kalau orang seperti ini diserang, maka yang rugi adalah kepentingan negara,” ujar Novel.
Sementara itu, Anies menyampaikan kondisi Andrie saat ini masih menjalani proses pemulihan dan harus berada dalam kondisi isolasi. Karena itu, ia dan Novel tidak dapat bertemu langsung dengan korban dan hanya bisa berinteraksi dengan pihak keluarga.
“Kami tidak bisa berinteraksi langsung dengan Andrie karena masih dalam proses pemulihan dan isolasi. Namun kami dapat bertemu dengan keluarganya, termasuk ayah, ibu, dan adiknya, dengan pengawasan tim medis,” kata Anies.

