Kritik Virdian Aurellio soal Penegakan Hukum: Tak Tebang Pilih Seperti Lampu Merah
Virdian Aurellio
Jakara, Satuju.com - Seorang aktivis muda, Virdian Aurellio Hartono, menyampaikan kritik terhadap sistem penegakan hukum di Indonesia melalui unggahan di akun TikTok pribadinya, @virdianaurellio.
Dalam pernyataannya, Virdian menilai bahwa penegakan hukum di Indonesia masih bersifat tidak merata atau tebang pilih. Ia membandingkan kondisi tersebut dengan sistem lampu lalu lintas yang menurutnya lebih konsisten dan adil.
“Penegakan hukum di negeri ini kalah dengan lampu merah. Kalau lampu merah, semua berhenti, tidak tebang pilih,” ujarnya dalam video tersebut.
Lebih lanjut, ia menyoroti perlakuan terhadap masyarakat kecil yang dinilai kerap berada pada posisi lemah dalam proses hukum. Virdian menyinggung kasus seorang videografer di Sumatera Utara yang sempat menjadi sorotan karena dituduh melakukan mark up anggaran.
Menurutnya, keahlian seperti mengedit video sering kali tidak dihargai secara layak, bahkan bisa dipandang negatif dalam konteks tertentu. Sebaliknya, ia menilai bahwa pihak yang memiliki kekuasaan cenderung mendapatkan perlakuan berbeda.
“Kalau kita punya keahlian mengedit saja bisa dianggap tidak bernilai. Tapi kalau sudah punya kekuasaan, hal-hal yang janggal justru tidak dipermasalahkan,” tambahnya.
Pernyataan tersebut turut menyinggung isu penggunaan teknologi seperti robot polisi, yang menurutnya tidak banyak dipertanyakan oleh publik meskipun memunculkan beragam pandangan.
Unggahan ini pun menuai perhatian warganet dan memicu diskusi mengenai keadilan serta konsistensi dalam penegakan hukum di Indonesia. Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait atas pernyataan yang disampaikan oleh Virdian tersebut.

