Program SAE, Kalapas II B Padangsidimpuan: Optimalkan Peran Pemasyarakatan Institusi Pembina, Bukan sekadar Penjaga
salah satu bukti nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan yang mendukung ketahanan pangan, sejalan dengan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,(poto/ist)
Padangsidimpuan, satuju.com - Melalui program SAE (Sarana Asimilasi dan Edukasi) Lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kota Padangsidimpuan memperkuat program ketahanan pangan dengan panen raya tahap II di bidang perkebunan jagung dan budidaya ikan air tawar, Sabtu, 4 April 2026.
Panen raya tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan bersama para pejabat struktural serta seluruh staf.

Panen raya tahap II ini menjadi salah satu bukti nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan yang mendukung ketahanan pangan, sejalan dengan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Ungkap Kepala lapas II B Padangsidimpuan, Mathrios Zulhidayat Hutasoit.
Kepala lapas juga, menegaskan bahwa pembinaan pertanian ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan saat ini, tetapi juga sebagai bekal keterampilan jangka panjang bagi warga binaan.
Kami memberikan pelatihan mulai dari persiapan lahan, baik lahan pertanian maupun lahan perikanan, penanaman, perawatan, hingga panen. Harapannya, keterampilan ini bisa menjadi modal bagi warga binaan untuk tetap produktif setelah kembali ke masyarakat,” lanjut Kepala Lapas.
Program pembinaan berbasis pertanian dan perikanan ini menjadi salah satu wujud nyata Lapas II B Padangsidimpuan dalam mengoptimalkan peran Pemasyarakatan sebagai institusi pembina, bukan sekadar penjaga.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap ketahanan pangan nasional, Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan membuktikan bahwa institusi pemasyarakatan dapat menjadi bagian aktif dalam mewujudkan Indonesia yang lebih berdaya dan mandiri. (Ardi Dongoran)

