Dinkes Pekanbaru Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026, Pendataan Libatkan 21 Puskesmas dan 31 Rumah Sakit
Dinkes Pekanbaru Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026
Pekanbaru, Satuju.com – Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik Kota Pekanbaru. Dukungan tersebut diwujudkan melalui fasilitasi kegiatan sosialisasi hingga pengisian data bersama di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
Pelaksana Harian Kepala Dinkes Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, mengatakan sektor kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi nasional sehingga keterlibatan fasilitas kesehatan dalam sensus ini sangat dibutuhkan.
“Sektor kesehatan tidak hanya berperan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga merupakan bagian penting dalam aktivitas ekonomi nasional,” ujar Dedy Sambudi, Senin (25/5/2026).
Ia menyebutkan, pendataan dalam Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan dilakukan di 21 puskesmas dan 31 rumah sakit yang tersebar di Kota Pekanbaru.
Menurutnya, berbagai fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, klinik, puskesmas, laboratorium hingga apotek memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Karena itu, Dedy mengajak seluruh jajaran sektor kesehatan untuk aktif mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di masing-masing unit kerja.
“Kualitas data yang dihasilkan sangat bergantung pada pemahaman dan ketelitian dalam mengisi setiap instrumen pendataan yang telah disiapkan oleh BPS,” jelasnya.
Dinkes Pekanbaru, lanjut Dedy, berkomitmen penuh memastikan seluruh proses pendataan berjalan lancar sesuai jadwal yang telah ditentukan. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan BPS Kota Pekanbaru dalam melakukan pemantauan dan fasilitasi pelaksanaan sensus di lapangan.
Ia turut mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara Dinkes dan BPS Kota Pekanbaru dalam menyukseskan agenda strategis nasional tersebut.
Dedy berharap data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2026 nantinya dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
“Terutama dalam penguatan sektor kesehatan dan perekonomian daerah maupun nasional,” pungkasnya.
