28 Mahasiswa UGM Siap Jalankan KKN-PPM di Tiga Desa Pesisir Kecamatan Bantan

28 Mahasiswa UGM Siap Jalankan KKN-PPM di Tiga Desa Pesisir Kecamatan Bantan

Bengkalis, Satuju.com – Sebanyak 28 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) akan melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pengabdian Masyarakat (KKN-PPM) di tiga desa pesisir Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, yakni Desa Mentayan, Desa Bantan Air, dan Desa Teluk Papal.

Program KKN-PPM periode II tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua bulan, mulai Juni hingga Agustus 2026, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir.

Koordinator Mahasiswa Unit KKN-PPM UGM Binar Bengkalis, Shalfa Yalsah Putri Ressanda, menjelaskan bahwa kegiatan yang akan dilaksanakan mencakup berbagai bidang, mulai dari pengembangan UMKM, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, konservasi lingkungan pesisir, pengelolaan sampah bernilai ekonomi, hingga pemanfaatan teknologi digital dan data spasial untuk pemetaan potensi wilayah serta penguatan layanan desa.

"Kegiatan KKN ini mengusung tema Integrasi Pengembangan Ekonomi Lokal, Pariwisata Berkelanjutan dan Konservasi Lingkungan Pesisir Berbasis Data Spasial dan Teknologi Digital melalui Kolaborasi Masyarakat di Desa Mentayan, Desa Bantan Air dan Desa Teluk Papal, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis," ujar Shalfa.

Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam pelaksanaan program tersebut. Melalui sinergi yang terbangun, KKN-PPM diharapkan mampu memperkuat kemandirian masyarakat sekaligus mendukung pembangunan kawasan pesisir Kabupaten Bengkalis secara berkelanjutan.

Shalfa menambahkan, tim KKN-PPM UGM yang ditempatkan di Kecamatan Bantan terdiri dari mahasiswa lintas disiplin ilmu yang berasal dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Fakultas Geografi, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kehutanan, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Teknik, serta Sekolah Vokasi.

Selama menjalankan program pengabdian tersebut, para mahasiswa akan mendapatkan pendampingan langsung dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Iswari Nur Hidayati, yang merupakan dosen Universitas Gadjah Mada.

Lebih lanjut, Shalfa berharap kegiatan KKN tidak hanya menjadi sarana pemberdayaan masyarakat, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa dalam memahami kehidupan sosial, membangun kolaborasi, serta mengasah kemampuan dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.

"Kami berharap program ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman yang bermakna dan membekas bagi mahasiswa, masyarakat, serta seluruh pihak yang terlibat," katanya.

Ia juga mengharapkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah setempat agar pelaksanaan KKN-PPM UGM di tiga desa tersebut dapat berjalan dengan lancar dan sukses sesuai tujuan yang diharapkan.

"Kami mohon bantuan dan dukungan agar pelaksanaan KKN-PPM UGM di tiga desa tersebut bisa berjalan lancar dan sukses," tutupnya.