Dinsos Pekanbaru Intensifkan Pengawasan Gepeng di Sejumlah Simpang, Banyak Berkedok Jual Tisu dan Kerupuk
Operasi Skala Besar Penertiban Gepeng di Pekanbaru beberapa waktu lalu
Pekanbaru, Satuju.com - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru terus meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang masih marak beraktivitas di sejumlah persimpangan jalan di Kota Bertuah. Bahkan, sebagian di antaranya diduga sengaja berjualan tisu dan kerupuk untuk menarik simpati para pengguna jalan.
Sejumlah titik yang dinilai rawan menjadi lokasi aktivitas gepeng di antaranya Simpang SKA, Simpang Tiga Bandara Sultan Syarif Kasim II, Simpang Jalan Air Hitam, Simpang Arengka, Jalan Ahmad Yani, Simpang Jalan Arifin Ahmad-Soekarno Hatta, Pertigaan Jalan Tuanku Tambusai-Jenderal Sudirman, hingga lampu lalu lintas di sekitar Bundaran Tugu Zapin.
Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru, Junaedy, mengatakan pihaknya secara rutin menempatkan petugas dan melakukan patroli di lokasi-lokasi tersebut. Namun, keberadaan gepeng masih menjadi tantangan karena mereka kerap bermain "kucing-kucingan" dengan petugas.
"Kalau pengawasan terus kami lakukan, ada mobil patroli. Tapi mereka kucing-kucingan, ketika kami pergi mereka datang lagi ke situ," ujar Junaedy, Selasa (16/6/2026).
Menurutnya, Dinsos tidak hanya menemukan pengemis di persimpangan jalan, tetapi juga sejumlah orang yang memanfaatkan momen lampu merah dengan menjajakan tisu dan kerupuk kepada pengendara.
"Kebanyakan mereka berjualan tisu atau kerupuk. Kalau kedapatan mengemis langsung kami amankan," katanya.
Junaedy menjelaskan, petugas Dinsos juga rutin mengamankan orang terlantar maupun Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ditemukan di jalanan dan membawanya ke shelter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
"Kalau kami mendapati gepeng, orang terlantar atau ODGJ, tentu langsung kami amankan ke shelter yang ada," ungkapnya.
Dinsos Pekanbaru menilai keberadaan gepeng di persimpangan jalan tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun para pelaku itu sendiri.
Karena itu, pihaknya menegaskan siap berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru apabila aktivitas mereka sudah meresahkan masyarakat.
"Kalau keberadaan mereka sudah mengganggu, apalagi sudah ada laporan dari warga, kami siap bekerja sama dengan Satpol PP untuk menindaknya," tegas Junaedy.
Pemerintah Kota Pekanbaru juga mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan uang kepada pengemis di persimpangan jalan. Masyarakat diharapkan dapat menyalurkan bantuan melalui lembaga sosial resmi agar penanganan persoalan sosial di Kota Pekanbaru dapat dilakukan secara lebih terarah dan efektif.
