Koruptor Menyamar Jadi Pendeta, Buronan Rp4,5 Miliar Akhirnya Menyerahkan Diri

Foto AI hanya ilustrasi, KORUPTOR SPESIS BARU.(poto/ist/Rosadi jamani)

 

Koruptor menyamar jadi pendeta selama empat tahun akhirnya menyerahkan diri. Terpidana kasus kredit fiktif Rp4,5 miliar divonis 8 tahun penjara.

Isi Artikel:

Satuju.com - Koruptor menyamar jadi pendeta akhirnya mengakhiri pelariannya setelah menjadi buronan selama empat tahun. Terpidana kasus kredit fiktif senilai Rp4,5 miliar, Liem Susilowati, menyerahkan diri kepada Kejaksaan Negeri Surabaya pada Jumat, 19 Juni 2026.

Liem sebelumnya telah divonis delapan tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya dalam sidang in absentia. Sejak 2022, ia masuk daftar pencarian orang setelah tidak menjalani putusan tersebut.

Selama pelarian, Liem diketahui menjalani kehidupan sebagai seorang pendeta di salah satu tempat ibadah di Surabaya. Identitas barunya itu membuat keberadaannya tidak terendus aparat selama beberapa tahun.

Kejaksaan Negeri Surabaya mengungkapkan, perempuan tersebut tidak sekadar bersembunyi, tetapi aktif menjalankan aktivitas keagamaan dan dipercaya oleh jemaat.

Pelarian Liem mulai terungkap setelah Tim Tangkap Buron Kejaksaan Negeri Surabaya lebih dulu mengamankan adik kandungnya, Liauw Inggarwati, bersama anaknya, Bastian Widjaja, pada 2 Juni 2026.

Penangkapan anggota keluarga dekat itu disebut memengaruhi kondisi psikologis Liem. Ia akhirnya memutuskan menyerahkan diri tanpa perlawanan pada 19 Juni 2026 sekitar pukul 16.30 WIB.

Kasus yang menjerat Liem berkaitan dengan kredit fiktif di salah satu bank milik negara dengan nilai kerugian mencapai Rp4,5 miliar. Pengadilan Tipikor Surabaya sebelumnya telah menyatakan dirinya bersalah dan menjatuhkan hukuman delapan tahun penjara.

Usai menyerahkan diri, Liem langsung dibawa untuk menjalani masa pidana di Lapas Perempuan Surabaya di Porong.

Kasus ini menjadi sorotan karena selama menjadi buronan, terpidana korupsi tersebut berhasil menyembunyikan identitas dengan menjalani peran sebagai rohaniwan. Dengan penyerahan diri itu, pelarian yang berlangsung sejak 2022 resmi berakhir.

“Duh, koruptor nyamar jadi pendeta. Saya geleng-geleng kepala, Bang.”

“Esok koruptor jenis apa lagi yang ditangkap. Mudahan bukan yang lagi seruput Koptagul, wak.” Ups

Rosadi Jamani