HARKODIA, Aksi BEM Polbeng Serukan Bengkalis Bebas Korupsi
Poto : Didepan kantor DPRD Bengkalis
Bengkalis, Satuju.com - Pada peringatan HARKODIA hari Anti Korupsi sedunia 9 Desember 2021 mahasiswa Polbeng turun kejalan melakukan Aksi damai menyerukan agar Bengkalis bebas korupsi, Gerakan mahasiswa yang di pelopori oleh BEM Polbeng yang di sebut Gerakan PETISI (pelopor anti Korupsi).
Tetap dalam nuansa #SaveKPK melanjutkan aksi mahasiswa tentang penolakan UU KPK No 19 tahun 2019 yang tampak nyata unsur pelemahannya dan aksi BEM Seluruh Indonesia di depan gedung KPK Jakarta serta aksi di titik 0 Alon Alon kota Jogja pada #G30STWK 30 September 2021 lalu.
Maka pada peringatan hari anti korupsi sedunia ini saya mengajak semua Mahasiswa POLBENG untuk turun kejalan untuk tetap pada koridornya, karna perjuangan belum berakhir sampai perihal ini di dengar dan wajib untuk dilaksanakan perubahan yang lebih baik, kita akan terus melakukan aksi-aksi perjuangan sebagai mahasiswa pelopor gerakan anti korupsi.
Pantauan media ini, Aksi di ikuti oleh mahasiswa polbeng dengan titik aksi di lapangan tugu, Kantor Bupati, dan kantor DPRD kabupaten Bengkalis, dengan aksi damai longmarch dan mimbar bebas perihal mengkampanye budaya anti korupsi di Kabupaten Bengkalis, Kamis (9/12/2021).
Menyoroti juga perihal kasus korupsi yang sudah terjadi di kabupaten yaitu salah satunya proyek multiyears pembangunan jalan lingkar pulau Bengkalis tahun anggaran 2013-2015 yang mengakibatkan kerugian negara sebesar 126 miliar, Sehingga kita tidak mau lagi ada nya tindak kejahatan Korupsi ada di negeri junjungan.
Presiden Mahasiswa Polbeng sekaligus koordinator umum (Muhammad Abdul Kadir Jailani) aksi menuntut komitmen pejabat kabupaten Bengkalis agar amanah dan menerapkan budaya anti korupsi.
Aksi turun kejalan ini juga membuktikan bahwa mahasiswa masih peduli akan negeri ini dan masih ada nilai perjuangan pada era ini, dan mahasiswa juga seharusnya menjadi mitra kritis pemerintah dengan ide, gagasan dan masukan, sebagai bentuk perwujudan negara yang demokrasi.
Randa Kurnialis dan Andrean Syahputra selaku korlap aksi menyampaikan orasinya bahwa tindak kejahatan korupsi tidak bisa di tolerir dan harus di hukum seberat-seberatnya karna sangat merugikan masyarakat, pemerintah dan semua pemangku kepentingan serta peran masyarakat sangat di butuhkan dalam upaya melakukan pemberantasan korupsi.
Adapun tuntutan dan pernyataan sikap gerakan mahasiswa PETISI (pelopor anti korupsi) kepada institusi dan pemerintahan sebagai pemangku kepentingan, yaitu :
1. Mengajak seluruh masyarakat Indonesia dan bengkalis secara khusus untuk bersama sama MENOLAK segala bentuk pelemahan KPK dan menjadi pelopor anti korupsi.
2. Meminta penindakan tegas dan hukuman seberat-beratnya untuk pelaku tindak pidana korupsi
3. Mengecam pemberian grasi dan remisi bagi pelaku tindak pidana korupsi
4.Meminta dan menuntut kepada seluruh pejabat kabupaten Bengkalis agar amanah dan menerapkan budaya anti korupsi.
5. Menuntut komitmen pemerintah kabupaten Bengkalis dan transparansi alokasi APBD agar terciptanya pemerintahan yang bebas dari tindak kejahatan korupsi.
6. Menuntut dan mengawal alokasi anggaran 20 % dari APBD untuk pendidikan tepat sasaran, dan di gunakan untuk meningkatkan pendidikan di kabupaten Bengkalis.
Peringatan hari anti korupsi sedunia (HARKODIA) tahun ini mengangkat tema bersatu padu bangun budaya anti korupsi semoga dengan peran dari semua elemen budaya anti korupsi bisa terwujud dan menekan angka korupsi di negara ini.**

