Hotman Paris Kritik Keras Komnas Perempuan soal Kasus Yuvita, Minta DPR Panggil hingga Presiden Evaluasi Pimpinan

Hotman Paris. (poto/ist)

Jakarta, Satuju.com – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea melontarkan kritik keras terhadap Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) terkait sikap lembaga tersebut dalam menyikapi kasus Yuvita. Menurut Hotman, pernyataan yang menyebut kondisi yang dialami korban bukan merupakan bentuk penyiksaan telah melukai rasa keadilan masyarakat.

Melalui pernyataan yang disampaikannya di media sosial, Hotman mengaku geram setelah mengikuti perkembangan kasus tersebut. Ia mempertanyakan dasar penilaian Komnas Perempuan yang dinilainya tidak sejalan dengan kondisi korban sebagaimana terungkap ke publik.

"Saya melihat media sosial, saya benar-benar geram dan marah dengan Komnas Perempuan soal kasus Yuvita. Bagaimana bisa mengatakan bahwa yang dialami Yuvita bukan penyiksaan? Kepalanya penuh luka, penuh belatung, infeksi, itu bukan penyiksaan? Bibirnya disayat," ujar Hotman.

Menurutnya, kondisi fisik korban yang beredar di ruang publik menunjukkan adanya luka-luka serius yang seharusnya menjadi perhatian dalam perspektif perlindungan terhadap perempuan. Karena itu, ia menilai pernyataan tersebut berpotensi menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai keberpihakan lembaga yang memiliki mandat melindungi perempuan korban kekerasan.

Hotman juga mengingatkan bahwa Komnas Perempuan dibentuk untuk memberikan perlindungan, pendampingan, serta mendorong pemenuhan hak-hak perempuan yang menjadi korban kekerasan. Oleh sebab itu, ia berharap lembaga tersebut lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan kepada publik.

"Tugas Komnas Perempuan kan melindungi perempuan. Kalian dibayar untuk itu, itu dari pajak kami," katanya.

Lebih lanjut, Hotman meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggunakan fungsi pengawasannya dengan memanggil Komnas Perempuan untuk meminta penjelasan terkait pernyataan tersebut.

Ia juga mendorong agar dilakukan evaluasi terhadap pimpinan Komnas Perempuan apabila dinilai tidak menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal.

"Saya mohon kepada DPR agar segera dipanggil. Kalau bisa Bapak Presiden evaluasi saja kepala Komnas Perempuan. Ini sangat tidak pantas," tegasnya.

Pernyataan Hotman Paris tersebut kembali memicu perhatian publik terhadap penanganan kasus Yuvita yang belakangan menjadi sorotan luas. Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat tanggapan resmi dari Komnas Perempuan terkait kritik yang disampaikan Hotman Paris.

Kasus Yuvita sendiri masih menjadi perhatian masyarakat, sementara berbagai pihak terus mendorong agar proses penegakan hukum berjalan secara transparan, objektif, dan mampu mengungkap seluruh fakta yang berkaitan dengan perkara tersebut.