Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksamana Bengkalis Edukasi Pencegahan DBD Lewat Pembuatan Spray Serai
Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksamana Bengkalis Edukasi Pencegahan DBD Lewat Pembuatan Spray Serai
Meranti, Satuju.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN Datuk Laksamana Bengkalis menggelar seminar penyuluhan pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dirangkaikan dengan praktik pembuatan spray anti nyamuk berbahan dasar tanaman serai. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Desa Sendanu Darulihsan, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pencegahan DBD melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan metode 3M Plus, serta pemanfaatan tanaman serai sebagai bahan alami untuk membantu mengusir nyamuk.
Pada sesi penyuluhan, Rizka Febrianti menyampaikan materi mengenai pengertian DBD, cara penularan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat. Sementara itu, Dayang Sufi Suraya bersama Suliska memandu praktik pembuatan spray anti nyamuk berbahan dasar serai yang mudah diaplikasikan di lingkungan rumah tangga.
Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa pembuatan spray tersebut menggunakan peralatan sederhana, seperti panci, talenan, pisau, saringan, botol spray, dan gelas ukur. Bahan utama yang digunakan terdiri atas sekitar delapan batang serai serta alkohol 70 persen.
Proses pembuatannya diawali dengan memotong serai menjadi bagian kecil, kemudian direbus bersama tiga gelas air selama kurang lebih 15 menit. Setelah proses perebusan selesai, air rebusan didiamkan selama 30 menit hingga dingin sebelum disaring.
Selanjutnya, air rebusan serai dicampurkan dengan sekitar 100 mililiter alkohol 70 persen, lalu diaduk hingga merata dan kembali didiamkan selama 30 menit. Setelah itu, cairan dimasukkan ke dalam botol spray dan siap digunakan dengan cara disemprotkan pada sudut-sudut rumah yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Pemateri juga menjelaskan bahwa spray berbahan dasar serai tersebut dapat bertahan selama satu hingga dua minggu, tergantung frekuensi penggunaan. Masyarakat diimbau untuk menghindari penggunaan cairan tersebut pada area mata dan kulit serta menjauhkannya dari jangkauan anak-anak.
"Hasil pembuatan spray tersebut kami bagikan kepada masyarakat setelah kami uji coba selama 2–3 jam agar masyarakat dapat mencoba reaksi dari spray serai tersebut," ujar pemateri.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Selain memperoleh pengetahuan mengenai pencegahan DBD, warga juga mendapatkan alternatif pengusir nyamuk berbahan alami yang mudah dibuat dengan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar dan berbiaya relatif murah.
Kegiatan yang dipandu oleh Sri Mutiara selaku pembawa acara bersama Koordinator Desa (Kordes) Hidayat tersebut berlangsung lancar dan mendapat dukungan dari berbagai unsur masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Sendanu Darulihsan, Ketua BPD, Ketua TP-PKK, tokoh masyarakat, serta para pemuda yang ikut berpartisipasi dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan Demam Berdarah Dengue di lingkungan desa.
