Ustaz Abdul Somad: Mensyukuri Kemerdekaan Harus Diiringi Doa dan Menjaga Nilai-Nilai Pancasila

Ustaz Abdul Somad (UAS). (poto/ist)

Pekanbaru, Satuju.com – Ustaz Abdul Somad (UAS) mengajak masyarakat memaknai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya melalui upacara dan berbagai kegiatan seremonial, tetapi juga dengan memperbanyak rasa syukur, doa, serta menjaga nilai-nilai yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pesan tersebut disampaikan UAS dalam tausiyah yang dirangkaikan dengan doa dan istighosah dalam momentum peringatan kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulunya merupakan nikmat besar yang patut disyukuri dan dijaga bersama.

UAS menilai salah satu bentuk syukur atas kemerdekaan adalah kehidupan masyarakat tetap berjalan sesuai dengan nilai agama, moral, dan Pancasila.

Dalam tausiyahnya, UAS juga menyoroti sejumlah persoalan sosial yang dinilai dapat merusak kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah praktik perjudian yang menurutnya bertentangan dengan semangat kemerdekaan dan dapat merusak generasi bangsa.

Ia bahkan menyebut orang-orang yang sengaja merusak bangsa melalui aktivitas perjudian sebagai bentuk pengorbanan terhadap perjuangan kemerdekaan.

“Orang-orang yang menghidupkan kemerdekaan dengan peradilan, mereka adalah penghianat negara,” tegas UAS.

Menyinggung Sila Ketuhanan Yang Maha Esa

Dalam kesempatan tersebut, UAS juga memperingati kemerdekaan dengan sila pertama Pancasila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa.

Ia mengingatkan bahwa kehidupan berbangsa di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari nilai ketuhanan dan keberagamaan. Menurutnya, sila pertama tersebut menjadi salah satu landasan penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

UAS menyampaikan pandangan tersebut dalam konteks pentingnya menjaga nilai-nilai yang telah menjadi kesepakatan bersama dalam kehidupan bernegara.

“Ketuhanan Yang Maha Esa jelas tidak ada tempat bagi atheis,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan UAS sebagai penekanan terhadap pentingnya nilai ketuhanan dalam kehidupan berbangsa. Ia juga mentransformasikan agar masyarakat menjaga kehidupan beragama sekaligus mematuhi tatanan kehidupan bernegara.

Kritik Penyalahgunaan Anggaran Negara

Selain persoalan perjudian dan nilai ketuhanan, UAS juga menyoroti perilaku koruptif dan mencakup anggaran negara.

Ia mengingatkan bahwa anggaran yang bersumber dari APBN maupun APBD pada hakikatnya merupakan uang negara yang harus digunakan untuk kepentingan masyarakat. Oleh karena itu, tindakan mengambil atau menyalahgunakan anggaran tersebut dinilai bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.

“Orang-orang yang memakan APBN/APBD, mereka tidak punya kemanusiaan. Mereka tidak mengamalkan kemanusiaan yang adil dan beradab,” kata UAS.

Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak cukup hanya diwujudkan dengan mengenang jasa para pahlawan. Nilai kemerdekaan harus diterjemahkan melalui perilaku yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak merugikan kepentingan negara.

Kemerdekaan Harus Dijaga Bersama

UAS mengajak masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai kesempatan untuk melakukan refleksi. Kemerdekaan yang diperoleh melalui perjuangan panjang para pahlawan harus diisi dengan perbuatan yang mencerminkan tanggung jawab sebagai warga negara.

Doa dan istighosah, menurutnya, menjadi salah satu cara untuk mensyukuri kemerdekaan sekaligus permohonan agar Indonesia senantiasa diberikan keamanan, keberkahan, dan kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan.

Ia juga mengingatkan bahwa menjaga kemerdekaan bukan hanya menjadi tugas pemerintah atau aparat negara, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Semangat tersebut dapat diwujudkan melalui kejujuran, kepedulian terhadap sesama, menghindari berbagai tindakan yang merugikan masyarakat, serta ikut menjaga persatuan dan perdamaian.

Oleh karena itu, peringatan kemerdekaan tidak berhenti pada pengibaran bendera dan seremoni tahunan. Momentum tersebut dapat menjadi pengingat bahwa perjuangan para pendahulu harus dilanjutkan melalui pembangunan bangsa yang menekankan nilai-nilai agama, kemanusiaan, keadilan, dan kepedulian terhadap masyarakat.