Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Hadapi Potensi 9 Juta Green Jobs
Menaker Yassierli. (poto/ist)
Jakarta, Satuju.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai memperkuat kesiapan tenaga kerja nasional untuk menangkap peluang lapangan kerja hijau atau green jobs yang diproyeksikan mencapai 5,3 juta hingga 9 juta lapangan kerja baru dalam lima hingga 10 tahun mendatang.
Persiapan tersebut dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan keterampilan tenaga kerja agar siap memasuki dunia kerja hijau, penyusunan kurikulum, penyiapan instruktur dan fasilitas pelatihan, hingga sertifikasi serta rekognisi kompetensi.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, green jobs merupakan salah satu peluang besar yang akan berkembang seiring dengan perubahan arah pembangunan dan transisi energi di tingkat global.
Menurutnya, tantangan yang perlu segera dijawab bukan sekadar menyusun peta jalan, tetapi menerjemahkan roadmap green jobs menjadi langkah konkret yang dapat diterapkan.
"Kalau kita melihat dalam kacamata global, green jobs ini tidak hanya menjadi perhatian Indonesia tapi seluruh negara dan semua di dunia. Kita sudah berdiskusi cukup panjang terkait dengan roadmap khusus terkait green jobs ini," ujar Yassierli saat menghadiri Indonesia's Green Jobs Conference 2026 yang digelar Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Yassierli menjelaskan, Kemnaker memiliki peran penting dalam menyiapkan modalitas yang dibutuhkan agar tenaga kerja memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri hijau.
Modalitas tersebut meliputi penyediaan tempat pelatihan, pengembangan keterampilan siap kerja, penyusunan kurikulum, penyiapan instruktur dan fasilitas, hingga proses sertifikasi dan rekognisi kompetensi.
“Dan peran kami di Kementerian Ketenagakerjaan adalah menyiapkan modalitas mulai dari tempat pelatihan dalam konteks itu adalah keterampilan siap kerja terkait dengan green jobs ini sendiri. Kemudian penyiapan kurikulum, instruktur, fasilitas, sertifikasi sampai ke rekognisi,” katanya.
Butuh Kolaborasi Banyak Pihak
Menaker menegaskan bahwa penyiapan tenaga kerja untuk menghadapi perkembangan green jobs tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan dan pelatihan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Menurutnya, peluang terciptanya jutaan lapangan kerja hijau tersebut harus dipersiapkan sejak dini agar tenaga kerja Indonesia mampu mengambil manfaat dari perubahan ekonomi yang sedang berlangsung.
“Dan ini harus menjadi kesempatan yang kita ambil, kita persiapkan dari awal. Karena semangatnya transisi energi pun semangatnya adalah no one left behind,” pungkas Yassierli.
Dengan penguatan kompetensi sejak awal, pemerintah berharap tenaga kerja nasional tidak hanya menjadi penonton dalam proses transisi menuju ekonomi hijau, tetapi mampu mengisi kebutuhan pekerjaan baru yang muncul sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari transformasi tersebut.
